Laporan Dugaan Pembunuhan Berencana Brigadir J, Naik Penyidikan

- Jumat, 22 Juli 2022 | 20:15 WIB
Pengacara Brigadir J - Autopsi Ulang Brigadir J Telah Disepakati, Kompolnas Ungkap Proses Penggalian Makam Segera Dilakukan (Tangkap layar YouTube/POLRI TV RADIO)
Pengacara Brigadir J - Autopsi Ulang Brigadir J Telah Disepakati, Kompolnas Ungkap Proses Penggalian Makam Segera Dilakukan (Tangkap layar YouTube/POLRI TV RADIO)

JAKARTA, suaramerdeka-solo.com - Laporan dugaan pembunuhan berencana Brigadir Nopriyansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, naik ke tingkat penyidikan.

Direktorat Tindak Pidana Umum (Ditipidum) Bareskrim Polri telah meningkatkan status laporan dari kuasa hukum keluarga Brigadir J itu.

"Laporan dari pihak pengacara keluarga Brigadir J dari penyelidikan sekarang statusnya sudah naik ke penyidikan," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo di Jakarta.

Baca Juga: Apa Kata Mantan Kabais TNI, Soleman B Ponto Terkait Kasus Brigadir J, Ini Katanya

Saat ini, kata Dedi, Tim Penyidik Dittipidum Bareskrim Polri sedang berada di Jambi untuk meminta keterangan beberapa saksi yang dibutuhkan terkait laporan dari pihak pengacara keluarga Brigadir J.

Tim Dittipidum Bareskrim Polri juga mendalami hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan oleh Polda Jambi terkait kasus tersebut.

"Ini menunjukkan bahwa timsus bekerja boleh dikatakan sangat cepat ya, tapi tetap kaidah-kaidah pembuktian secara ilmiah ini merupakan standar operasional dalam proses penyidikan," kata Dedi.

Baca Juga: Lebih dari Satu Orang, Tersangka Dugaan Korupsi Bumdes Berjo Segera Diumumkan

Dedi menekankan dalam penyidikan ini semua bukti dan data yang diperoleh harus dapat dibuktikan secara ilmiah karena akan diuji di persidangan.

Keluarga Brigadir Yosua melalui kuasa hukumnya melaporkan dugaan pembunuhan berencana ke Bareskrim Polri, laporan tersebut tercatat dengan Nomor: LP/B/0386/VII/2022/SPKT/Bareskrim Polri, tetanggal 18 Juli.

Baca Juga: Tim Gabungan Kantongi Identitas Aktor Penembak Istri Anggota TNI

Pihak keluarga menemukan kejanggalan atas kematian Brigadir Yosua, di mana ditubuhnya ditemukan luka-luka selain luka tembakan, seperti luka sayatan, luka pada jari tangan dan kaki, luka memar membiru di rusuk kiri dan kanan, serta luka gesekan di leher.

Sementara pihak kepolisian mengklaim Brigadir Yosua tewas dalam baku tembak dengan Bharada E, terdapat tujuh luka tembakan di tubuhnya. Sedangkan sayatan berasal dari rekoset peluru yang mengenainya.

Baca Juga: Keluarga Brigadir J akan Buat Laporan Dugaan Pembunuhan ke Mabes Polri

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X