Korban Guru Spiritual Bejat di Ngawi Diduga Mencapai Puluhan Anak Di Bawah Umur

- Jumat, 29 Juli 2022 | 21:50 WIB
ilustrasi pencabulan siswa SD. (pixabay)
ilustrasi pencabulan siswa SD. (pixabay)

NGAWI, suaramerdeka-solo.com – Polres Ngawi terus menyelidiki kasus perkosaan yang dilakukan tersangka JKI (46) warga Ngawi yang mengaku sebagai guru spiritual.

Selain memperkosa gadis sampai 200 kali hingga hamil. Diduga masih banyak korban perbuatan cabul guru spiritual lulusan SD itu. Korbannya diduga mencapai puluhan anak di bawah umur.

Kapolres Ngawi AKBP Dwiasi Wiyatputera mengatakan, dari hasil pendalaman penyidik Polsek Ngawi, diduga perilaku menyimpang tersangka juga dilakukan kepada puluhan anak di bawah umur.

Baca Juga: Malam 1 Suro, Pura Mangkunegaran Solo Selenggarakan Kirab Pusaka Dalem

"Namun hingga saat ini belum ada korban lain yang melapor ke Polri. Untuk itu Satreskrim Polres Ngawi membuka Hotline di nomor 085161847080 khusus pengaduan kasus pencabulan agar dapat segera tertangani," kata Kapolres.

Untuk mengantisipasi terjadinya kasus pencabulan terhadap anak, Polres Ngawi akan membentuk Satgas perlindungan perempuan dan anak. Satgas melibatkan unsur Polri, Kejaksaan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan Dinas PPA Ngawi.

Baca Juga: Pecah Kaca Mobil, Uang Puluhan Juta Rupiah di Dalamnya Raib

"Saya mengajak kepada seluruh masyarakat Ngawi untuk bersama sama menentang terjadinya aksi pencabulan terhadap anak,’’ tegas Dwiasi Wiyatputera dikutip dari Tribratanews.

Aksi bejat JKI (46) yang telah memperkosa seorang gadis hingga 200 kali baru terbongkar setelah dilakukan dalam kurun waktu 2 tahun sejak 2020. Modusnya membersihkan aura negatif dan mengusir gangguan gaib.

Baca Juga: Rekaman Percakapan Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas Beredar. Begini Isinya

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X