Emosi Karena Sering Dimaki, Bikin PW Gelap Mata dan Bunuh Istrinya

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 17:46 WIB
Petugas dari Polres Serang mengevakuasi mayat dalam karung di Desa Cerukcuk, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Sabtu 30 Juli 2022. (Dokumentasi Polres Serang)  SERANG, suaramerdeka-solo.com – Misteri penemuan mayat wanita dalam karung di tumpukan sampah di Jalan Raya Laban-Cecuruk, Kabupaten Seran (SMSolo/dok Polres Serang)
Petugas dari Polres Serang mengevakuasi mayat dalam karung di Desa Cerukcuk, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Sabtu 30 Juli 2022. (Dokumentasi Polres Serang) SERANG, suaramerdeka-solo.com – Misteri penemuan mayat wanita dalam karung di tumpukan sampah di Jalan Raya Laban-Cecuruk, Kabupaten Seran (SMSolo/dok Polres Serang)

SERANG, suaramerdeka-solo.com – Polisi terus mengembangan kasus penemuan mayat wanita dalam karung di tumpukan sampah di Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten.

Identitas korban diketahui sebagai JN (37), ibu rumah tangga yang tinggal mengontrak di Kampung Jati Lio, Desa Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

Polisi pun segera memburu dan dalam waktu 2 x 24 jam, pelaku pembunuhan ditangkap. Pelaku ternyata adalah PW alias ADI (37) suami korban sendiri.

Baca Juga: Mayat Wanita Dalam Karung Dibuang ke Tempat Sampah. Begini Ciri-cirinya

Berdasarkan pengakuan pelaku kepada polisi, pelaku dan korban mempunyai bayi yang baru berusia sekitar 40 hari.

Sebelum kejadian, bayi yang berada di samping korban itu menangis.

Pelaku pun meminta istrinya JN untuk menyusui bayinya agar berhenti menangis. Namun, permintaan sang suami tak digubris, sehingga bayinya tidak juga berhenti menangis.

Baca Juga: Warga Batang Digegerkan Penemuan Mayat di Dalam Karung yang Dibuang di Bawah Jembatan

Menurut Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga seperti dikutip dari PMJ News, Selasa (2/7/2022), perlakukan korban terhadap suaminya itu membuat sang suami kesal.

‘’Kekesalan pelaku itu memuncak, sebelumnya pelaku juga sering mendapat umpatan dan makian dari korban karena dianggap tidak mampu mencukupi kebutuhan rumah tangganya,’’ kata Kabid Humas.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X