Begini Modus Kades Lambangsari Tilap Ratusan Juta Uang Warganya

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 18:15 WIB
Ilustrasi korupsi (Foto: Suara.com)
Ilustrasi korupsi (Foto: Suara.com)

BEKASI, suaramerdeka-solo.com - Kepala Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Pipit Heryanti ditahan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi karena tilap uang warga hingga ratusan juta.

Kades peraih penghargaan KPK itu resmi ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi penyelenggaraan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Kronologi pengungkapan kasus korupsi program PTSL itu diungkapkan Kepala Seksi Intelijen Kejari Kabupaten Bekasi, Siwi Utomo seperti dilansir dari pikiran-rakyat.com, 3 Agustus 2022.

Baca Juga: Korban Kerusuhan Suporter di Yogyakarta Meninggal Dunia

Awalnya, Desa Lambang Sari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi ditetapkan sebagai salah satu desa yang mendapatkan program PTSL oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) tahun 2021.

Warga desa pun mendaftarkan pembuatan sertifikat tanahnya untuk mengikuti program PTSL. Mereka mengajukan berkas permohonan melalui masing-masing Ketua RT.

Kemudian berkas diteruskan ke Ketua RW, kepala dusun, kasi pemerintahan, sekretaris desa dan terakhir diserahkan kepada Kades Lambangsari sebelum diserahkan ke BPN.

Baca Juga: Pengacara Brigadir J Minta Petir Diperiksa, Mahfud MD: Logika Publik Cerdas

Untuk penyelenggaraan PTSL, Kades Lambangsari mengadakan rapat bersama dengan sekdes, kasi pemerintahan, kepala dusun, ketua RW, dan ketua RT.

Dalam rapat itu, Kades memerintahkan perangkat desa meminta uang kepada warga yang mau mengikuti program PTSL. Setiap pengajuan sertifikat, warga diminta membayar Rp400.000.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Laksamana Yudo Margono Calon Tunggal Panglima TNI

Senin, 28 November 2022 | 19:35 WIB

Pospenas IX 2022 Solo Ditutup dengan Bersholawat

Sabtu, 26 November 2022 | 17:45 WIB
X