Pencopotan CCTV di Rumah Ferdy Sambo, Mahfud MD: Bisa Masuk Ranah Pidana

- Senin, 8 Agustus 2022 | 08:45 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD (SMSolo/dok )
Menko Polhukam Mahfud MD (SMSolo/dok )

JAKARTA, suaramerdeka-solo.comPencopotan CCTV atau kamera pengawas di tempat kejadian peristiwa terbunuhnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, menurut Menko Polhukam Mahfud MD, bisa masuk ranah lain di luar lingkup etik.

Menurutnya, pencopotan CCTV yang disebut-sebut tak lepas dari peran mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo itu, dapat tercakup dalam ranah pidana juga.

‘’Pencopotan CCTV itu bisa masuk ranah etik dan bisa masuk ranah pidana. Bisa masuk dua-duanya,’’ kata Mahfud kalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/8/2022) dilansir dari Antara.

Baca Juga: Menangis, Istri Ferdy Sambo Kunjungi Mako Brimob: Saya Ikhlas Memaafkan…

Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo diduga melanggar etik, yakni melanggar prosedur penanganan TKP tewasnya Brigadir J di rumah dinasnya, kawasan Duret Tiga, Jaksel.

Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, pelanggaran prosedural tersebut di antaranya tidak profesional dalam penanganan olah TKP dan mengambil CCTV di lokasi kejadian.

“Tadi kan disebutkan dalam melakukan olah TKP, seperti Pak Kapolri sampaikan terjadi, misalnya, pengambilan CCTV dan lain sebagainya," tutur Dedi, Sabtu (6/8) malam.

Baca Juga: Brigadr RR, Ajudan Istri Ferdy Sambo Tersangka Pembunuhan Berencana

Ada dua sudut pandang yang menurut dia bisa digunakan untuk mencermati tindakan pencopotan CCTV tersebut.

Atas sudut pandang itu, menurut Mahfud, Ferdy Sambo tidak hanya melakukan pelanggaran etik, tetapi juga dapat dikenai pidana.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Laksamana Yudo Margono Calon Tunggal Panglima TNI

Senin, 28 November 2022 | 19:35 WIB
X