31 Anggota Polri Tersandung Pelanggaran Kode Etik, 11 Ditempatkan di Patsus

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 05:47 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan kepada pers berkait kasus tewasnya Brigadir J. (SMSolo/dok tribratanews)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan kepada pers berkait kasus tewasnya Brigadir J. (SMSolo/dok tribratanews)

JAKARTA, suaramerdeka-solo.com – Sebanyak 31 personel Polri tersandung pelanggaran kode etik dalam penanganan kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam.

Soal pelanggaran kode etik itu diungkapkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers yang digelar di Mabes Polri, Selasa 9 Agustus 2022.

Bersama Irwasum Polri, Komjen Pol Agung Budi Maryoto, Kabarekskrim Polri Komjem Pol Agus Andrianto dan beberapa jenderal lain, Kapolri menjelaskan, perkembangan penyidikan kasus tewasnya brigadir J.

Baca Juga: Kapolri: Ferdy Sambo Tersangka Ke-4. Pembunuhan Berencana, Terancam Hukuman Mati

‘’Pada saat pendalaman dan olah TKP ditemukan ada hal-hal yang menghambat proses penyelidikan dan kejanggalan-kejanggalan, seperti hilangnya CCTV dan hal-hal lain, sehingga muncul dugaan ada hal yang ditutup dan direkayasa,’’ kata Kapolri.

Dalam rangka membuat masalah ini terang apa yang terjadi, timsus telah lakukan pendalaman dan ditemukan adanya upaya-upaya menghilangkan barang butki, merakayasa dan menghalangi proses penyelidikan sehingga proses penangananya menjadi lambat.

Tindakan yang tidak professional terjadi pada saat penanganan, olah tKP dan pada saat penyerahan jenazah almarhum di Jambi.

Baca Juga: Kapolri: Ferdy Sambo Gunakan Senjata Brigadir J Agar Terkesan Terjadi Baku Tembak

Agar membuat terang dan menghilangkan hambatan, Kapolri telah mengambil keputusan menonaktifkan Kapolres Metro Selatan, Karo Paminal, Kadiv Propam Polri dan Karo Provos.

Timsus juga telah melakukan pemeriksaan terhadap pelanggaran kode etik profesi Polri atau tindakan merusak barang bukti, mengaburkan dan merekayasa, dengan melakukan mutasi Yanma Polri. Saat ini pun dilakukan pemeriksaan.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Surat Pemecetan Ferdy Sambo Diteken Presiden Jokowi

Jumat, 30 September 2022 | 14:43 WIB

Mengenang Sejarah Kelam 30 September 1965 atau G30S PKI

Jumat, 30 September 2022 | 06:15 WIB

Ferdy Sambo Cs Segera Disidang, Fadil: Sudah Terjadwal

Rabu, 28 September 2022 | 19:09 WIB
X