Kasus Tewasnya Santri, Polresta Tangerang Tetapkan Seorang Pelaku Anak

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 15:33 WIB
Ilustrasi meninggal (Dok)
Ilustrasi meninggal (Dok)

TANGERANG, suaramerdeka-solo.com – Pengusutan kasus tewasnya seorang santri, BD (15) di Pondok Pesantren Moderen Daar El Qolam Tangerang menunjukkan perkembangan.

Polresta Tangerang menetapkan seorang pelaku anak, RE (15). Penetapan pelaku anak diungkapkan Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Zamrul Aini kepada awak media, Rabu (10/8/2022).

Menurutnya, penetapan dilakukan setelah olah TKP dan pemeriksaan terhadap enam orang saksi.

‘’Setelah dilakukan olah TKP, autopsi dan pemeriksaan enam orang saksi, kami menetapkan satu tersangka sebagai pelaku anak. Pelaku adalah santri di pondok Ponpes yang sama dengan korban,’’ kata Zamrul Aini, dikutip dari PMJNews, Rabu (10/8/2022).

Baca Juga: Diduga Dianiaya, Satu Santri di Tangerang Tewas

Tewasnya korban, setelah terjadi perkelahian antar pelaku dan korban pada 7 Agustus 2022.

Pelaku anak dikenakan Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang penganiayaan terhadap anak yang menyebabkan korban meninggal dunia. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Zamrul Aini menambahkan, dalam sistem peradilan anak, penahanan anak tidak boleh dilakukan bila anak memperoleh jaminan dari orang tua, wali, lembaga anak, tidak melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan tidak mengulangi tindak pidana.

Baca Juga: Ini Kronologi Tewasnya 1 Santri Ponpes El Qolam Tangerang

‘’Namun keputusan dilakukan penahan secara fisik atau tidak terhadap anak pelaku, berdasarkan pertimbangan dan kewenangan penyidik,’’ ujar dia.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tragedi Kanjuruhan Pemerintah Bentuk Tim Independen

Senin, 3 Oktober 2022 | 11:51 WIB

Kapolri Takziah ke Rumah Korban Tragedi Kanjuruhan

Senin, 3 Oktober 2022 | 10:17 WIB
X