Dugaan Pelanggaran Etik, 16 Perwira Polisi Ditempatkan di Tempat Khusus

- Sabtu, 13 Agustus 2022 | 19:26 WIB
16 Perwira dikandangkan di tempat khusus terkait pelanggaran etik penangkanan kasus pembunuhan Brigadir J dengan tersangka Irjen Pol Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka RR dan KM. (sl/Ist/kolase/tvone)
16 Perwira dikandangkan di tempat khusus terkait pelanggaran etik penangkanan kasus pembunuhan Brigadir J dengan tersangka Irjen Pol Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka RR dan KM. (sl/Ist/kolase/tvone)

JAKARTA, suaramerdeka-solo.com - Kasus pembunuhan Brigadir Yosua atau Brigadir J dengan dalang Irjen Ferdy Sambo terus menyeret perwira-perwira di tubuh Polri.

Penyidik Inspektorat Khusus (Irsus) menempatkan 16 perwira polisi di tempat khusus di Provost Mabes Polri.

Mereka ditempatkan di tempat khusus atas dugaan pelanggaran etik kepolisian, tidak profesional dalam menangani tempat kejadian perkara penembakan Brigadir J di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Baca Juga: 31 Anggota Polri Tersandung Pelanggaran Kode Etik, 11 Ditempatkan di Patsus

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, menyebutkan jumlah ini bertambah dari hari sebelumnya, Kamis (11/8) sebanyak 12 orang.

"Jumlah sampai dengan hari ini 16 orang telah ditempatkan di tempat khusus," ungkap Dedi.

Dedi menjelaskan, hasil pemeriksaan dan gelar perkara yang dilakukan Jumat (12/8) malam ditetapkan empat orang perwira menengah (Pamen) di Polda Metro Jaya menjalankan penempatan khusus di Biro Provost Mabes Polri.

Baca Juga: Keji! Sedang Belajar di Kelas, Seorang Siswa SD Ditikam Pisau oleh Pamannya Hingga Meninggal

"Empat pamen PMJ itu terdiri tiga AKBP dan satu kompol," ujarnya.

Sehingga, lanjut jenderal bintang dua itu, sudah 16 orang perwira Polri yang ditempatkan di tempat khusus karena melanggar prosedur penanganan TKP tewasnya Brigadir J.

Ke 16 orang tersebut ditempatkan di dua tempat berbeda, yakni Provost Mabes Polri dan Mako Brimob, Kelapa Dua Depok, Jabar.

Baca Juga: Wow! Deolipa Yumara Sebut Bharada E Dijanjikan Uang Rp1 Miliar

"Jadi enam orang di Mako dan 10 orang di Provost," ucap Dedi.

Sehari sebelumnya, Jumat (12/8), penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menghentikan dua laporan Polisi terkait TKP Duren Tiga yang sebelumnya dilayangkan ke Polres Metro Jakarta Selatan, lalu kemudian ditarik ke Polda Metro Jaya.

Dua laporan polisi itu adalah laporan dugaan pelecehan seksual yang dilaporkan Putri Candrawathi dan laporan kekerasan atau ancaman pembunuhan yang dilaporkan anggota Polres Metro Jakarta Selatan dengan korban Bharada Richard Eliezer atau Bharada E.

Baca Juga: Pencopotan Masker Oknum Paspampres Pemukul Sopir Truk Oleh Gibran Membuat Netizen Terbelah

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPK Bakal Periksa Ketua MA dalam Kasus Sudrajat Dimyati?

Senin, 26 September 2022 | 10:31 WIB

Asrama Polisi di Solo Baru Meledak, Satu Polisi Terluka!

Minggu, 25 September 2022 | 21:01 WIB

Korsleting, Rumah dan Mobil di Sragen Ludes Terbakar

Minggu, 25 September 2022 | 17:40 WIB

Belum Terima Dipecat, Ferdy Sambo Kini Ajukan PTUN

Sabtu, 24 September 2022 | 14:36 WIB
X