Itsus Polri Periksa 36 Personel Diduga Langgar Kode Etik, 16 Polisi di Patsus

- Minggu, 14 Agustus 2022 | 10:11 WIB
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo. (SMSolo/dok)
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo. (SMSolo/dok)

JAKARTA, suaramerdeka-solo.com - Inspektorat Khusus (Itsus) Polri sudah memeriksa 36 personel yang diduga melakukan pelanggaran kode etik dalam penanganan kasus tewasnya Brigadir J.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan bahwa ada 31 personel yang diduga melanggar kode etik, bersamaan dengan penetapan Ferdy Sambo sebagai tersangka.

Saat ini, Kapolri melihat kemungkinan, jumlahnya bisa bertambah karena masih terus dilakukan pendalaman dalam penanganan kasus tewasnya Brigadir J.

Baca Juga: 31 Anggota Polri Tersandung Pelanggaran Kode Etik, 11 Ditempatkan di Patsus

‘’Ya betul. Ada 31 orang kemarin lusa, tambah satu orang dan semalam tambah empat orang,’’ kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo seperti dilansir PMJ News, Sabtu (13/8/2022).

Sebelumnya, empat personel yang ditempatkan di tempat khusus (patsus) karena diduga melanggar kode etik terkait penanganan kasus pembunuhan Brigadir J.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menambahkan, saat ini, jumlahnya bertambah menjadi 16 polisi yang ditempatkan di patsus.

Baca Juga: Kejagung Terima SPDP Empat Tersangka Kasus Penembahan Brigadir J

Empat anggota yang dimaksud terdiri atas perwira menengah (pamen) Polda Metro Jaya berpangkat AKBP 3 orang dan 1 berpangkat Kompol. Kini, mereka menjalani patsus di Provost Mabes Polri.

‘’Betul (bertambah). Hasil pemeriksaan dan gelar kemarin malam, ditetapkan 4 pamen Polda Metro Jaya (3 AKBP dan 1 Kompol) menjalankan Patsus di Biro Provost Mabes Polri,’’ tegas Dedi Prasetyo.**

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tragedi Kanjuruhan Pemerintah Bentuk Tim Independen

Senin, 3 Oktober 2022 | 11:51 WIB

Kapolri Takziah ke Rumah Korban Tragedi Kanjuruhan

Senin, 3 Oktober 2022 | 10:17 WIB
X