Diuji Menpora dan Tiga Rektor, Sulistiyono Kaget, Bangga dan Deg-degan

- Selasa, 22 Juni 2021 | 15:45 WIB
Doktor pertama S-3 Ilmu Keolahragaan FKOR UNS, Sulistiyono menerima hasil ujian terbuka dari Ketua Tim Pengujian yang juga Rektor UNS Prof Jamal Wiwoho.(SMSolo/Evie Kusnindya)
Doktor pertama S-3 Ilmu Keolahragaan FKOR UNS, Sulistiyono menerima hasil ujian terbuka dari Ketua Tim Pengujian yang juga Rektor UNS Prof Jamal Wiwoho.(SMSolo/Evie Kusnindya)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Bangga, kaget, sekaligus deg-degan.

Itu yang dirasakan doktor lulusan pertama S-3 Ilmu Keolahragaan (FKor) UNS Surakarta, Sulistiyono. Dia menjalani ujian terbuka dengan Menpora Dr Zainudin Amali hadir sebagai penguji secara daring, Selasa (22/6/2021).

Menpora menjadi penguji dari luar UNS untuk Sulistiyono yang menyusun disertasi berjudul “Pengembangan Model Latihan Berbasis Games Experience Learning untuk Mengembangkan Keterampilan dan Karakter pada Siswa Sekolah Sepakbola Umur 9-12 Tahun (Studi Pengembangan pada SSB di Kabupaten Sleman)”.

Tak hanya itu. Dia juga diuji tiga rektor. Yakni Rektor UNS Prof Dr Jamal Wiwoho, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prof Sumaryanto, serta Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof Dr Nurhasan.

Pada ujian terbuka itu, Menpora juga mengundang Wakil Ketua Umum (Waketum) I PSSI, Iwan Budianto, serta Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Unnes Prof Dr Tandiyo Rahayu, untuk turut hadir secara daring.

"Saya bangga, juga kaget dan deg-degan. Ini surprise, karena sebagai orang biasa, mimpi saja tidak kalau sampai diuji oleh Menteri meski cuma zoom. Sepengetahuan saya, belum ada mahasiswa yang diuji setingkat Menteri dan berlatar belakang sangat paham dunia keolahragaan di Indonesia," kata Sulistiyono yang juga dosen Universitas Negeri Yogya (UNY) itu.

Dia mengemukakan, disertasinya berawal dari kepeduliannya selalu pembina sepak bola.

Ia melihat, orientasi mayoritas pembina sepak bola di Tanah Air hanya pada kemenangan.

Hal itu acap membuat lupa bahwa sebagai pembina harusnya punya atensi khusus pada pembinaan moral.

Maka Sulistiyono berharap, ke depan bisa mengaplikasikan model yang ditelitinya itu di lapangan. Sebab penggunanya adalah para pelatih.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

X