Mantan Kapolres Jaksel Ditahan di Mako Brimob

- Senin, 22 Agustus 2022 | 11:33 WIB
Mantan Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto ditempatkan di tempat khusus di Mako Brimob terkait tewasnya Brigadir J. (bonsernews.com)
Mantan Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto ditempatkan di tempat khusus di Mako Brimob terkait tewasnya Brigadir J. (bonsernews.com)

JAKARTA, suaramerdeka-solo.com - Eks Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto ditempatkan di tempat khusus di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, terkait kasus Brigadir J.

Penempatan di tempat khusus tersebut terkait dengan dugaan pelanggaran etik tidak profesional dalam penanganan tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya Brigadir J.

"Iya betul (dipatsus di Mako Brimob)," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo.

Baca Juga: Hasil Otopsi Ulang Brigadir J akan Diumumkan Hari Ini

Kombes Pol. Budhi Herdi Susianto dinonaktifkan dari jabatan Kapolres Metro Jakarta Selatan pada Rabu (20/7) lalu.

Penonaktifan tersebut terkait penyidikan kasus penembakan terhadap Brigadir J di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Kompleks Asrama Polisi Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7) lalu.

Baca Juga: Kasus Polisi Tembak Polisi di Rumah Kadiv Propam, Terdapat 7 Luka Tembak di Tubuh Brigadir J

Budhi selaku Kapolres kala itu memimpin penyelidikan dan penyidikan awal kasus terbunuhnya Brigadir J diduga tembak-menembak dengan Bharada Richard Eliezer (Bharada E).

Budhi bersama Karo Provost juga yang menyampaikan hasil olah TKP kepada Divisi Humas Mabes Polri bahwa peristiwa yang terjadi adalah tembak-menembak antara Bharada E dan Brigadir J.

Baca Juga: Mengenaskan, Ngadiman Tewas dengan Tangan dan Kaki Terikat. Polisi Lakukan Autopsi

Kemudian berdasarkan laporan tersebut, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan, menyampaikan ke media tentang peristiwa tembak-menembak di TKP Duren Tiga.

"Kalau Karo (Karopenmas) kan menyampaikan fakta dari sumber yang datang ke TKP, yaitu Karo Provost dan Kapolres," kata Dedi, Rabu (10/8) lalu.

Selain itu, Polres Metro Jakarta Selatan yang kala itu dipimpin oleh Budhi Herdy Susianto juga menerima dua laporan polisi.

Baca Juga: Wow.. Rektor Unila Patok Banderol Hingga Rp 350 Juta Per Mahasiswa

Yakni dugaan pelecehan terhadap Putri Candrawathi dan percobaan pembunuhan terhadap Bharada E.

Kedua laporan polisi tersebut dihentikan oleh Bareskrim Polri pada Jumat (12/8) lalu karena tidak ditemukan peristiwa pidananya.

Dalam kasus pembunuhan Brigadir J, penyidik telah menetapkan lima orang tersangka, yakni Irjen Pol. Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf dan Putri Candrawathi.

Baca Juga: Ditangkap KPK, Segini Harta Kekayaan Rektor Unila

Kelima tersangka disangkakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP, ancaman maksimal hukuman mati.

Selain itu, penyidik juga menyidik perkara penghalang-halangi penegakan hukum atau obstruction of justice yang dilakukan tersangka Ferdy Sambo bersama lima perwira Polri lainnya.

Baca Juga: Kapolda Metro Diperiksa Terkait Kasus Pembunuhan Brigadir J? 

Kelima perwira Polri tersebut adalah Brigjen Pol Hendra Kurniawan mantan Karo Paminal Div Propam Polri, Kombes Pol. Agus Nurpatria mantan Kaden A Biropaminal Div Propam Polri.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X