PPKM Darurat di Kawasan Aglomerasi, Transportasi Umum dan Kendaraan Pribadi Diperketat

- Sabtu, 10 Juli 2021 | 10:51 WIB
Polisi memeriksa kendaraan dari arah Yogyakarta yang akan masuk Klaten di daerah Prambanan.(SMSolo/dok) (Setyo Wiyono)
Polisi memeriksa kendaraan dari arah Yogyakarta yang akan masuk Klaten di daerah Prambanan.(SMSolo/dok) (Setyo Wiyono)

JAKARTA, suaramerdeka-solo.com – Ketentuan tentang pembatasan mobilitas masyarakat pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, bakal diubah.

Perjalanan menggunakan transportasi umum dan kendaraan pribadi, kian diperketat aturannya.

Pengetatan terutama diterapkan pada kawasan aglomerasi, sperti DKI Jakarta, Jabodetabek, Bandung dan Bandung Raya, serta Surabaya dan Gerbangkertosusila.

Baca Juga: Agar Tak Terlilit Kecemasan, Hindari Konsumsi Informasi Tak Jelas Soal COVID-19

Penerapan pengetatan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) yang diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub), serta berlaku mulai Senin 12 Juli 2021 mendatang.

Informasi tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informasi, Dedy Permadi dalam keterangan pers harian PPKM Darurat, Jumat 9 Juli 2021.

Dedy menyebutkan, secara umum ada dua poin perubahan dalam SE Kemenhub tersebut.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Sragen Kembali Meningkat, Kali Ini Cetak Rekor Tertinggi

“Pertama, khusus perjalanan rutin dengan moda transportasi darat, baik kendaraan pribadi maupun angkutan umum dalam satu wilayah aglomerasi perkotaan, hanya dapat dilakukan untuk kepentingan sektor esensial dan sektor kritikal sesuai dengan ketentuan peraturan terkait,” tuturnya.

Ketentuan peraturan terkait hal itu, salah satunya adalah seperti dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 18 tahun 2021.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

Pengiriman Jamaah Umrah Dihentikan Sementara

Senin, 17 Januari 2022 | 10:08 WIB

Polda Jatim Buru Penendang Sesajen ke Lombok Timur

Selasa, 11 Januari 2022 | 15:35 WIB
X