Upaya Tekan Kasus Covid-19, Desa di Sragen Larang Bank Plecit dan Penagih Hutang Keluar-Masuk Kampung

- Sabtu, 10 Juli 2021 | 20:58 WIB
PASANG SPANDUK - Warga Kampung Ceperan RT 14 Desa Sambirejo bersama Bhabinsa dan Babhinkamtibmas memasang spanduk larangan masuk perkampungan.(SMSolo/Anindito AN). (Anindito AN)
PASANG SPANDUK - Warga Kampung Ceperan RT 14 Desa Sambirejo bersama Bhabinsa dan Babhinkamtibmas memasang spanduk larangan masuk perkampungan.(SMSolo/Anindito AN). (Anindito AN)

SRAGEN, suaramerdeka-solo.com - Langkah protektif untuk antisipasi Covis-19 dilakukan aparat sebuah desa di Sragen.

Praktik Bank Plecit dan penagih hutang tidak diijinkan keluar-masuk kampung di Desa Sambirejo, Kecamatan Plupuh, Sragen.

Langkah itu diterapkan Kades Sambirejo, Prihandoko.

Baca Juga: Website Pemkab Karanganyar Diretas. Tanya Pak Jokowi Kemana

Tujuannya agar warga aman dari penyebaran Covid-19 dari luar desa.

" Warga tidak tahu tukang tagih itu OTG atau tidak," tutur Prihandoko dihubungi Sabtu (10/7/2021).

Untuk melindungi warganya, Prihandoko memasang pengumuman di mulut Gang Masuk perkampungan.

Baca Juga: Polres Sukoharjo Hentikan Seluruh Pengguna Jalan Untuk Hening Cipta selama 60 Detik

Di antara belasan spanduk Kawasan Steril Covid-19, dipasang di Dukuh Ceperan RT 14, Desa Sambirejo, Plupuh.

"Saya ingin warga saya sehat lahir batin dan tidak khawatir selama pandemi Covid-19 ditagih tukang kredit, tukang tagih utang (debt collector)," tambahnya.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

Mantan Kapolres Ogan Komeru Ulu Timur Ditahan

Senin, 24 Januari 2022 | 11:40 WIB

Viral. Video Pengusiran Haikal Hasan di Malang

Minggu, 23 Januari 2022 | 14:38 WIB

Dua Pasien Omicron Meninggal

Minggu, 23 Januari 2022 | 09:00 WIB

Kapolda Sumut Copot Kapolrestabes Medan

Sabtu, 22 Januari 2022 | 17:25 WIB

KPK OTT Salah Satu Hakim di PN Surabaya

Kamis, 20 Januari 2022 | 12:10 WIB
X