Dua Pabrik Ditutup karena Nekat Beroperasi saat PPKM Darurat Kabupaten Bogor

- Rabu, 14 Juli 2021 | 10:46 WIB
Ilustrasi industri beroperasi.(SMSolo/dok) (Setyo Wiyono)
Ilustrasi industri beroperasi.(SMSolo/dok) (Setyo Wiyono)

BOGOR, suaramerdeka-solo.com - Aktivits dan operasional pabrik dan tempat-tempat usaha besar dibatasi pada penerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali.

Sejak awal, Pemerintah sudah mengumumkan bakal ada sanksi bagi pelanggarnya.

Sanksi itupun diterapkan Satpol Pamong Praja (PP) Kabupaten Bogor terhadap dua perusahaan yang berada di wiayah Citeureup, Selasa (13/7/2021).

Baca Juga: Tambah Jadi Delapan Atlet, Atletik NPCI Terbanyak Menuju Paralympic Tokyo 2021

Menurut Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah mengatakan, PT Banteng Pratama Citeureup dan PT Shihan Garmen ditutup sementara karena nekat beroperasi pada masa PPKM Darurat di wilayah Kabupaten Bogor.

Tak hanya itu. PT Banteng Pratama Citeureup juga disanksi karena tidak membuat laporan mengenai 60 karyawannya yang positif Covid-19.

"Penutupan dua pabrik berdasarkan aduan dari masyarakat kepada Bupati Bogor. Kemudian kami diinstruksikan Ibu Bupati untuk menutup dua pabrik ini karena nekad teroperasi di masa PPKM Darurat," ujar Agus, Selasa 13 Juli 2021.

Baca Juga: Aksi Simpatik Kasatpol PP Bogor Tuai Pujian, Musisi Kondang Addie MS : Semoga Menginspirasi Disaat Sulit

Dia mengungkapkan, pihaknya sudah bertemu dengan manajemen pabrik guna memberikan penjelasan mengenai alasan penutupan.

Halitu ditindaklanjute dengan tracing. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Mike Kaltarina menyatakan akan melakukan tracing di lingkungan PT Banteng Pratama, terutama berkait mereka yang kontak erat dengan para karyawan yang terpapar Covid-19.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

UNS Berangkatkan Tim Satgas Bencana Semeru

Senin, 6 Desember 2021 | 18:02 WIB

Sejarah Panjang Letusan Gunung Semeru sejak Tahun 1818

Minggu, 5 Desember 2021 | 12:13 WIB
X