Memburu Sekeping Emas dan Mendongkrak Peringkat Jadi Target ke Paralympic Tokyo 2021

- Minggu, 18 Juli 2021 | 12:27 WIB
Petenis meja NPCI Dian David Jacobs bakal turut bertarung pada Paralympic Games Tokyo 2021.(SMSolo/Setyo Wiyono) (Setyo Wiyono                          )
Petenis meja NPCI Dian David Jacobs bakal turut bertarung pada Paralympic Games Tokyo 2021.(SMSolo/Setyo Wiyono) (Setyo Wiyono )

SOLO, suaramerdeka-solo.com – Menggenggam minimal sekeping medali emas dan mendongkrak peringkat Indonesia ke 50 besar menjadi target National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) di Tokyo, Jepang.

Dua puluh empat atlet yang telah lolos, bakal berjuang untuk mewujudkan target pada Paralympic Games Tokyo yang rencananya digelar pada 24 Agustus hingga 5 September 2021 itu.

‘’Dua dari empat target dalam rangkaian Tokyo">Paralympic Tokyo telah terlampaui, yakni meloloskan minimal 15 atlet dari enam cabang olahraga. Masih dua lagi target yang akan diburu, yakni meraih minimal satu medali emas dan mendongkrak Indonesia ke peringkat 50 besar dunia,’’ kata Wakil Sekjen NPCI, Rima Ferdianto, Sabtu (18/7/2021).

Baca Juga: Waduh! Sudah Telan Empat Korban Tewas, Jala Pukat Tetap Ditemukan di Rawa Jombor

Atlet Indonesia yang kini telah memastikan bersaing pada pesta olahraga disabilitas terbesar sejagat di Jepang, yakni 24 orang dari tujuh cabang olahraga. Mereka selama ini digembleng dalam training camp (TC) pelatnas NPCI di Solo.

Secara lebih rinci, terdapat delapan atlet dari cabang atletik, tujuh atlet cabang bulutangkis, tiga atlet tenis meja, dua atlet renang, dua atlet menembak, serta masing-masing seorang atlet angkat berat dan balap sepeda.

Total 36 atlet dari delapan cabang olahraga yang digembleng dalam TC pelatnas di Solo, guna menghadapi Tokyo">Paralympic Tokyo 2021.

Baca Juga: Ditutup, Bupati Sukoharjo Pimpin Penyemprotan Disinfektan di Pasar Ir Soekarno

Satu-satunya cabang dalam pelatnas itu yang tidak meloloskan atlet menuju Tokyo adalah panahan.

‘’Untuk sementara, para atlet yang tidak lolos, termasuk panahan, tetap berlatih seperti lainnya,’’ ujar Rima Ferdianto.

Sebagai perbandingan, para Paralympic Games Rio de Janeiro 2016, atlet Indonesia yang berlaga kala itu sembilan orang dari empat cabang olahraga.

Baca Juga: 13 Atlet Olimpiade Terbang Malam Ini, Keberangkatan yang Bergejala Flu Ditunda

Sekeping medali perunggu dibawa pulang lifter Ni Nengah Widiasih dari arena angkat berat di Rio, menempatkan Indonesia di peringkat 76 dunia.

‘’Maka di Tokyo nanti ada dua target yang kami kejar, yakni mendapatkan minimal sekeping medali emas agar sekaligus bisa mendongkrak posisi Indonesia masuk peringkat 50 besar Paralympic Games,’’ tandas Rima.*

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

X