Catat! Presiden Minta Aparat Tidak Keras dan Kasar Saat PPKM Darurat

- Senin, 19 Juli 2021 | 09:57 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi

JAKARTA, suaramerdeka-solo.com - Presiden Joko Widodo meminta aparat tidak bersikap keras dan kasar dalam penyekatan PPKM Darurat.

Menurut Presiden, sejumlah peristiwa yang terjadi di daerah seperti pemukulan pemilik warung oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tidak perlu terjadi.

Hal itu disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas secara virtual mengenai evaluasi PPKM Darurat dari Istana Merdeka, Jakarta.

Baca Juga: Varian Delta Diduga Sudah Masuk Sukoharjo. DKK Tunggu Hasil Laboratoium UGM

"Dalam penyekatan dan pengendalian mobilitas masyarakat di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat tidak bersikap keras dan kasar. Aparat seharusnya bersikap tegas dan santun dalam mengatur masyarakat maupun para pedagang," tegas presiden dilansir dari presidenri.go.id.

"Saya minta Polri dan Mendagri kepada (pemerintah) daerah, agar jangan keras dan kasar, (tetapi harus) tegas dan santun. Tapi sosialisasi memberikan ajakan-ajakan, sambil membagi beras, itu mungkin bisa sampai pesannya,” ujar Presiden.

Menurut Presiden, sejumlah peristiwa yang terjadi di daerah seperti pemukulan pemilik warung oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tidak perlu terjadi.

Baca Juga: Diminta Waspada, BNPB Sebut Cilacap dan Banyumas Termasuk Wilayah Berpotensi Banjir

Hal itu justru akan memanaskan suasana. Karena itu presiden minta jajarannya mengevaluasi pembatasan mobilitas masyarakat melalui penyekatan-penyekatan di jalan.

Berdasarkan pengamatan Presiden, sejumlah ruas jalan masih terlihat ramai, baik saat pagi maupun malam hari.

“Kita telah melakukan penyekatan-penyekatan, tapi kalau saya lihat malam, juga pagi tadi saya ke Pulo Gadung tadi, saya lihat masih cukup ramai. Tadi malam saya ke kampung juga ramai banget.

Baca Juga: Distribusi Oksigen dari Singapura Harus Lewat Prosedur, Tunggu Izin Kementerian

Artinya, penyekatan ini mungkin perlu kita evaluasi, apakah efektif juga menurunkan kasus, karena yang terkena sekarang ini banyak di keluarga-keluarga. Atau ada strategi lain yang mungkin bisa kita intervensikan ke sana,” jelasnya.

Untuk itu, Presiden meminta agar ada kajian lebih detail mengenai efektivitas penyekatan tersebut. Menurut Presiden, penerapan protokol kesehatan secara disiplin, terutama penggunaan masker, menjadi kunci untuk mengendalikan penyebaran kasus Covid-19.

"Karena klasternya sudah masuk ke keluarga, kuncinya itu justru urusan memakai masker. Kedisiplinan protokol kesehatan, memakai masker terutama. Tinggal, seperti yang saya minta sejak awal, BNPB bekerja keras betul urusan yang berkaitan memberi masker, kampanye masker yang saya lihat sampai saat ini belum." **

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

X