Penyebar Hoaks Seruan Tolak PPKM Darurat di Banyumas, Ditangkap

- Selasa, 20 Juli 2021 | 10:23 WIB
Kabid Humas Polda Jateng Kombes M. Iqbal Al-Qudusy.(SMSolo/dok) (Sri Hartanto)
Kabid Humas Polda Jateng Kombes M. Iqbal Al-Qudusy.(SMSolo/dok) (Sri Hartanto)

SEMARANG, suaramerdeka-solo.com - Jajaran Polda Jawa Tengah (Jateng) menangkap tiga orang yang diduga menyebarkan informasi palsu atau hoaks soal seruan penolakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

"Polresta Banyumas yang telah menindaklanjuti berita hoaks, akhirnya dapat mengamankan pelaku dugaan tindak pidana, barang siapa dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat," tegas Kabid Humas Polda Jateng Kombes M. Iqbal Al-Qudusy saat dikonfirmasi, Selasa (20/7/2021).

Baca Juga: Rektor UNS Imami Shalat Idul Adha di Depan Garasi Rumahnya

Adapun ketiga orang terduga tersebut adalah, FS (27), C (46) dan S alias D (34).

Mereka menyerukan penolakan PPKM Darurat di media sosial (medsos) berbagai platform.

Seruan aksi itu bertuliskan, “ALIANSI MASYARAKAT BANYUMAS Bersama KBPPB (Keluarga Besar Pedagang Pasar Banyumas) BERGERAK MENUNTUT KEADILAN PERIHAL PPKM!!! SENIN, 19 JULI 2021 TITIK JUANGPENDOPO BUPATI BANYUMAS JAM 13.00 SAMPAI DENGAN TUNTUTAN DIPENUHI!!! KESEJAHTERAAN RAKYAT ADALAH TANGGUNG JAWAB NEGARA!!!'.

Baca Juga: Hadapi Olimpiade, Bagas dan Tiga Pemanah Indonesia Mulai Coba Lapangan di Tokyo

"Kemudian petugas melakukan penyelidikan terhadap akun Facebook yang mengunggah seruan tersebut," tandas dia.

Berdasar hasil pemeriksaan sementara bahwa postingan di Grup Facebook tersebut lantaran ada rasa kekesalan dengan adanya PPKM Darurat Jawa-Bali.

Baca Juga: Akhirnya, 200 Tabung Oksigen dari Singapura Diserahkan ke Dinkes Kota Surakarta

"Yang mana bersangkutan tidak dapat bekerja karena tempat kerjanya ditutup yang kemudian diketahui adanya PPKM Darurat Jawa-Bali akan diperpanjang. Tujuan dari memposting adalah untuk melakukan ajakan terhadap anggota Grup Family dan Informasi wilayah Cilongok untuk menyuarakan sesuai dengan tulisan yang diposting pada hari Senin, 19 Juli 2021, jam 13.00," papar Iqbal.

Atas perbuatannya, terduga disangka melanggar Pasal 14 Ayat (1) dan (2) Jo Pasal 15 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP.*

Halaman:
1
2

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

SAH! Pilkada Serentak Disepakati 27 November 2024

Selasa, 25 Januari 2022 | 10:12 WIB

Dua Kelompok di Sorong Bertikai, Belasan Orang Tewas

Selasa, 25 Januari 2022 | 09:30 WIB

Mantan Kapolres Ogan Komeru Ulu Timur Ditahan

Senin, 24 Januari 2022 | 11:40 WIB

Viral. Video Pengusiran Haikal Hasan di Malang

Minggu, 23 Januari 2022 | 14:38 WIB

Dua Pasien Omicron Meninggal

Minggu, 23 Januari 2022 | 09:00 WIB

Kapolda Sumut Copot Kapolrestabes Medan

Sabtu, 22 Januari 2022 | 17:25 WIB
X