Kasus Santri Gontor Tewas. Keluarga Minta Kasus Diusut Tuntas

- Rabu, 7 September 2022 | 08:50 WIB
Pihak Kepolisian meminta keterangan dari pihak pondok Modern Gontor.
Pihak Kepolisian meminta keterangan dari pihak pondok Modern Gontor.

PALEMBANG, suaramerdeka-solo.com - Keluarga AM (17) salah satu santri Ponpes Gontor, Jatim yang meninggal diduga akibat dianiay ameminta kasus tersebut diusut tuntas.

Kuasa Hukum keluarga korban Titis Rachmawati dalam konferensi pers di Palembang, Selasa, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut apabila dalam proses penyelidikan kepolisian membutuhkan adanya proses otopsi.

Pihak keluarga mendorong proses hukum dari pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus meninggalnya AM yang diduga akibat penganiayaan saat menempuh pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor 1 Pusat, Ponorogo, Jawa Timur pada Senin (22/8).

Baca Juga: Santri Pondok Gontor Diduga Dianiaya Hingga Meninggal

“Secara langkah hukum kami mengikuti sesuai pernyataan dari Gontor, bahwa benar telah terjadi dugaan tindak pidana penganiayaan di lingkungan setempat,” kata dia.

Tim ahli Forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara M Hasan Palembang Polda Sumsel siap melakukan proses otopsi jenazah AM (17) santri Pondok Modern Darussalam Gontor 1 Pusat, Ponorogo, Jawa Timur.

Baca Juga: Pedangdut Vita Alvia Dikecam Netizen, Gara-gara Farel Prayoga, Kenapa?

Dokter Forensik RS Bhayangkara M Hasan Palembang AKBP dr Mansuri mengatakan, berdasarkan koordinasi dengan Polres Ponorogo, Jatim terkait proses autopsi direncanakan berlangsung pada Kamis 8 September 2022.

Proses otopsi akan berlangsung di Tempat Pemakaman Umum Sungai Selayur, Kecamatan Kalidoni, Palembang bersama tim ahli Forensi Markas Besar Polri.

Baca Juga: Eks GUbernru Banten, Ratu Atut Bebas Bersyarat Setelah 7 Tahun Menghuni Lapas Kelas IIA Tangerang

“Malam ini kami laporkan juga ke Pusdokes, nantinya tim Forensik dari Markas Besar Polri juga turut serta dalam proses autopsi tersebut untuk mengambil data terkait meninggalnya korban,” kata dia.

Dokter Mansuri menyebutkan, kendati demikian kepolisian masih menunggu persetujuan dari pihak keluarga korban untuk melangsungkan proses otopsi tersebut.

Baca Juga: Harga BBM Naik. Biaya Solar Bus Batik Solo Trans Tambah Rp 25 Juta/Hari, Feeder Tambah Rp 6 Juta/Hari

Sementara itu, Juru Bicara Pondok Modern Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo Ustadz Noor Syahid dalam keterangan resminya membenarkan adanya dugaan penganiayaan terhadap AM oleh sesama santri yang mengakibatkan remaja asal Palembang itu meninggal dunia.

“Kami dari pihak keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor dengan ini memohon maaf sekaligus belasungkawa atas meninggalnya ananda AM,” kata dia, sekaligus memastikan sudah mengambil tindakan tegas terhadap terduga pelaku, dengan mengeluarkan santri yang terlibat penganiayaan. **

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X