KENDARI, suaramerdeka-solo.com - Gudang penyimpanan bahan peledak di Markas Komando Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polda Sulawesi Tenggara, Kamis 8 September 2022, meledak.
Ledakan yang terjadi sekitar pukul 04.00 WITA itu diduga berasal dari gudang yang berisi barang bukti (BB) bom ikan hasil sitaan Direktorat Polairud Polda Sultra.
Direktur Polairud Polda Sultra Kombes Suryo Aji mengatakan, ledakan diduga berasal dari gudang penyimpanan barang bukti kasus bom ikan. Kasusnya sudah diserahkan ke Kejaksaan, baik tersangka maupun barang bukti.
Baca Juga: Pernah Berseteru di Derby London, Conte Ogah Bersimpati atas Pemecatan Tuchel dari Chelsea
Namun, karena tidak ada penerima barang bukti, maka dibuat gudang untuk menyimpannya. Hal itu karena Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara (Rupbasan) juga tidak mau menerima barang seperti itu.
"Ini adalah barang bukti kasus bom ikan, kasusnya sudah diserahkan ke kejaksaan. Tapi kejaksaan tidak berani simpan barang-barang seperti itu, akhirnya dikembalikan kepada kami," ujar Suryo Aji di Kendari seperti dilansri Antara.
Baca Juga: Bagaimana Efek Mencampur Pertalite dan Pertamax di Motor? Ini Jawabannya
Menurut Nursiah, warga sekitar Mako Polairud, ledakan terjadi menjelang waktu salat Subuh sekitar pukul 04.00 WITA. Ledakan berasal dari area Mako Ditpolairud Polda Sultra, Jalan Bhayangkara Bahari, Kelurahan Poasia, Kecamatan Abeli, Kota Kendari.
"Menjelang subuh tadi. Ledakan pertama seperti dentuman, kemudian ledakan kedua diikuti suara pasir yang jatuh di atap rumah. Ledakan ketiga yang besar sekali, terbongkar saya punya pintu rumah. Saya pun lari keluar rumah," katanya.
Baca Juga: Hasil Lengkap Matchcay 1 Liga Champions: Menang Besar, Barcelona dan Ajax Pimpin Klasemen
Akibat ledakan ini, rumahnya mengalami kerusakan. "Pintu rusak sama jendela retak. Dinding rumah juga ada yang rusak," ujarnya.
Hal yang sama diungkapkan Jufri. Rumah permanen miliknya juga mengalami kerusakan, beberapa bagian tembok retak. Dia berharap Ditpolairud Polda Sultra membantu masyarakat yang terdampak ledakan.
Baca Juga: Hubungannya dengan Panglima TNI Diisukan Retak, Ini Jawaban KSAD
Hingga siang ini, awak media belum diizinkan masuk ke area TKP karena Tim Inafis Polda Sultra masih lakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). **
Artikel Terkait
Korban Penganiayaan Santri Senior di Pondok Gontor Ternyata Tidak Hanya Satu
Wah, Keterlaluan! Tak Senonoh di Tengah Situasi Kebakaran, Apa yang Terjadi?
Sudah Bergelar Hajjah, Wanita Ini Putuskan Keluar dari Islam, Kenapa?
Kemenkumham Bebaskan 23 Narapidana Koruptor, Ini Daftarnya
Pesawat Latih TNI AL Jatuh di Selat Madura, 13 KRI Dikerahkan
KSAD Minta 6 Prajurit Pelaku Mutilasi Di Mimika Papua Dipecat