Kasus Santri Gontor Tewas Dianiaya, Polisi Tetapkan 2 Tersangka

- Selasa, 13 September 2022 | 15:50 WIB
Polres Ponorogo menetapkan dua tersangka kasus penganiyaan santri Pondok Gontor hingga tewas.  (Beritajatim.com)
Polres Ponorogo menetapkan dua tersangka kasus penganiyaan santri Pondok Gontor hingga tewas. (Beritajatim.com)

PONOROGO, suaramerdeka-solo.com - Polres Ponorogo, Jawa Timur menetapkan dua tersangka kasus penganiayaan yang menyebabkan AM (17) santri Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Ponorogo tewas.

Dua tersangka tersebut adalah MFA (18) dan IH (17) yang juga merupakan santri di Pondok Gontor.

Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo mengatakan, tersangka MFA (18) merupakan santri asal Tanah Datar, Sumatera Barat, sedangkan IH (17) berasal dari Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

Baca Juga: Di Semarang Pasangan Selingkuh Terciduk Polisi Begituan di Dalam Mobil, Katanya Untuk Sensasi. Wo Gendeng!

Keduanya kakak kelas korban AM, santri asal Palembang, Sumatera Selatan. Namun setelah terjadinya kasus penganiayaan AM hingga tewas, kedua tersangka telah dikeluarkan dari pondok Gontor.

"Satu tersangka masih di bawah umur (17 tahun). Penganiayaan terjadi Senin, 22 Agustus, atau tiga hari setelah kegiatan Perkajum atau Perkemahan Kamis Jumat," kata Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo seperti dilansir Antara.

Baca Juga: Pemeriksaan Forensik Mayat Tanpa Kepala di Pantai Marina Keluar. Hasilnya Bikin Merinding

Saat ini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi yang membenarkan terjadinya penganiayaan. Kedua tersangka juga mengakui adanya pemukulan ke arah kaki dan dada korban AM di ruang Perkap Pondok 1 Gontor.

Sebelumnya, korban AM bersama dua santri kelas 5 (setara SMA kelas XI) dipanggil MFA dan IH, selaku senior sekaligus ketua dan pengurus bagian perlengkapan kegiatan Perkajum.

Baca Juga: Prediksi Laga Liverpool vs Ajax di Grup A Liga Champions: Bangkit atau Hancur Lebur Klopp!

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X