Viral! Anggota TNI AU Injak Kepala Warga Papua

- Selasa, 27 Juli 2021 | 23:51 WIB
KSAU Mersekal Fadjar Prasetyo memberikan keterangan. (tangkapan layar @_TNIAU)
KSAU Mersekal Fadjar Prasetyo memberikan keterangan. (tangkapan layar @_TNIAU)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Video dua anggota POM TNI AU bertindak kasar, bahkan salah satunya menginjak kepala salah satu warga Papua, viral. Ada yang menyebutkan warga tersebut tunawicara.

Dalam video yang beredar di medsos tersebut, sebelum tindakan represif aparat berseragam POM AU itu, nampak seorang warga dengan suara yang tidak jelas bersetigang di sebuah warung.

Warga Papua tersebut kemudian melepas kausnya. Tidak lama berselang dua anggota TNI AU datang dan menggelendang warga itu. Sejurus kemudian, warga itu diinjak kepalanya.

Baca Juga: Keren! Satpol PP Karanganyar Bantu Dirikan Tenda PKL pada Hari Pertama Jualan

Tindakan represif itu mendapat reaksi dari warganet. Salah satunya akun @LBH_Jakarta.

"Aparat keamanan diduga memperlakukan salah seorang warga Papua dengan sangat keji dan biadab. Korban dihardik, dibentak, diseret lalu diinjak bagian kepalanya. Ini menunjukkan bahwa rasisme terhadap orang Papua telah tertanam dalam pikiran aparat," cuit LBH_Jakarta.

Terkait dengan kejadian tersebut, Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menyampaikan permohonan maaf. Permohonan maaf itu diunggah dalam akun resmi TNAU @_TNIAU.

Baca Juga: Hari ke Dua PPKM Level 4, Kasus Positif di Sukoharjo Tembus 10.154

Menurut akun TNI AU tersebut, kejadian itu terjadi di Merauke pada Senin (27/7/2021) di sebuah warung makan. Dua anggota tersebut sudah ditahan dan dalam pengawasan Komandan Lanud J.A Dimara Merauke.

"Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan terkait kejadian penganiayaan saudara kita oleh anggota TNI AU di Kota Merauke. Saya selaku KSAU ingin menyampaikan permohonanan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh saudara-saudara kita di Papua. Khususnya, warga Merauke terkhusus pada korban dan keluarganya," kata KSAU seperti dikutip dari akun @_TNIAU.

Baca Juga: Peringati Hari Jadi ke-217 Klaten, Hanya Upacara, Ziarah dan Doa

Hal ini terjadi, lanjut KSAU, semata-mata karena kesalahan anggota TNI AU dan tidak ada niatan apapun juga, apalagi berupa perintah kedinasan.

KSAU mengatakan akan mengevaluasi seluruh anggotanya dan juga akan menindaktegas terhadap pelaku yang berbuat kesalahan.

"Sekali lagi saya ingin sampaikan permohanan maaf yang setinggi-tinginya mohon dibukakan pintu maaf," kata Marsekal Fadjar Prasetyo. **

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

X