Dijemput Paksa dan Dibawa Masuk ke Mobil Tahanan, Wanita Emas Meronta

- Jumat, 23 September 2022 | 08:12 WIB
Hasnaeni 'Wanita Emas' menjerit usai rugikan Negara Rp2,5 Triliun. (dok/Lombok Insider)
Hasnaeni 'Wanita Emas' menjerit usai rugikan Negara Rp2,5 Triliun. (dok/Lombok Insider)

JAKARTA, suaramerdeka-solo.com - Hasnaeni selaku Direktur Utama PT Misi Mulia Metrikal (MMM) yang lebih dikenal sebagai Wanita Emas ditetapkan sebagai tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dana PT Waskita Beton Precast.

Dia dibawa ke Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (22/9/2022.

Saat dijemput paksa oleh petugas dari Kejagung, Wanita Emas ini meronta dan menangis. Video Wanita Emas itupun viral di media sosial.

Baca Juga: Ini Fakta-fakta Dibalik Film Jailangkung Sandekala

Saat hendak dibawa ke mobil tahanan menggunakan kursi roda, dan bagian tangannya terdapat tali menyerupai tali infus, Hasnaeni berteriak menolak dimasukkan ke dalam mobil, serta berupaya menghindari kamera dengan menutup wajahnya dengan selendang yang dibawanya.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Ketut Sumedana mengatakan Wanita Emas itu tidak kooperatif dalam pemeriksaan.

Baca Juga: Jelang Debutnya di Livoli Divisi Utama, Siswa Kelas 1 SMA Ini Bertekad Masuk Tim Inti Vita Solo

"Yang bersangkutan sudah beberapa kali dilakukan pemanggilan artinya tidak kooperatif. Oleh karena itu dari penyidik melakukan penjemputan pada yang bersangkutan," kata Ketut dilansir dari Antara.

Sesaat setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dana oleh PT Waskita Beton Precast, Hasnaeni alias Wanita Emas melakukan perlawanan.

Baca Juga: Kreatif, Napi di Rutan Solo Membuat Miniatur Kapal Seharga Jutaan Rupiah

Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Kuntadi menjelaskan, sebelum ditetapkan sebagai tersangka, malam sebelumnya, Hasnaeni mendatangi sebuah rumah sakit dan meminta untuk dirawat.

Karena beralasan sakit, kemudian penyidik berkonsultasi dengan pihak manajemen rumah sakit dan dokter yang merawatnya. Lalu penyidik juga membawa dokter untuk memeriksa kondisi kesehatannya.

Baca Juga: Info Lalu Lintas Solo: Hindari Jembatan Jurug, Kemacetan Hingga Depan Kampus UNS

"Kesimpulannya yang bersangkutan dalam keadaan sehat dan bisa dihadirkan di kejaksaan dan pada hari ini. Kami jemput dari rumah sakit untuk diajukan ke kejaksaan untuk menjalani proses selanjutnya," kata Kuntadi.

Hasnaeni dijuluki Wanita Emas karena mendirikan Partai Era Masyarakat Sejahtera atau disingkat Partai Emas.

Dalam kasus ini, ia disangkakan dengan Pasal 2, Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Baca Juga: Waduk Gajahmungkur Surut, Jalan Eromoko-Baturetno Muncul LagiHas

Selain Wanita Emas, ada tersangka lain yang ditetapkan. Yakni Kristiadi Juli Hardjanto, selaku pensiunan Karyawan BUMN PT Waskita Beton Precast dan Jasot Subana, selaku Direktur Utama PT Waskita Beton Precast yang berstatus tahanan KPK.

Sebelumnya, penyidik telah menetapkan empat orang tersangka, yakni yakni Agus Wantoro, Benny Prastowo, Agus Prihatmono dan Anugriatno. Sehingga total ada tujuh tersangka.

Sebelumnya, pada Selasa (26/7), Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menyebutkan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan dan atau penyelewengan dalam penggunaan dana di PT Waskita Beton Precast, Tbk sebesar Rp2,5 triliun. **
 

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPK Bakal Periksa Ketua MA dalam Kasus Sudrajat Dimyati?

Senin, 26 September 2022 | 10:31 WIB

Asrama Polisi di Solo Baru Meledak, Satu Polisi Terluka!

Minggu, 25 September 2022 | 21:01 WIB

Korsleting, Rumah dan Mobil di Sragen Ludes Terbakar

Minggu, 25 September 2022 | 17:40 WIB

Belum Terima Dipecat, Ferdy Sambo Kini Ajukan PTUN

Sabtu, 24 September 2022 | 14:36 WIB
X