Tragedi Berdarah Kanjuruhan, Menko PMK Sebut Korban jadi 130 Orang. 19 Jenazah Belum Teridentifikasi

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 15:12 WIB
Korban kericuhan pascapertandingan Arema melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang dievakuasi. (Insidepontianak.com/Ist)
Korban kericuhan pascapertandingan Arema melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang dievakuasi. (Insidepontianak.com/Ist)

MALANG, suaramerdeka-solo.com - Korban tewas dalam tragedi berdarah di Kanjuruhan">Stadion Kanjuruhan Malang bertambah jadi 130 orang.

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Efendi.

"Total ada 130 korban meninggal dunia," kata Muhadjir di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu.

Baca Juga: Ini Kronologis Kerusuhan Berdarah di Stadion Kanjuruhan Malang versi Polisi

Muhadjir mengatakan, hingga saat ini ada kurang lebih 19 jenazah yang masih belum teridentifikasi dan berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar Kota Malang.

Sementara untuk jenazah lainnya, sudah diambil oleh masing-masing keluarga.

Baca Juga: Tragedi-Tragedi Sepak Bola Terbesar di Dunia, Kasus Kanjuruhan Urutan Kedua?

"Kalau ada keluarga yang merasa kehilangan, terutama keluarganya yang Aremania, itu segera melakukan pengecekan di Saiful Anwar. Ada 19 orang yang belum teridentifikasi," katanya.

Baca Juga: Tragedi Bola Kanjuruhan, Jokowi: Usut Tuntas, Hentikan Liga 1 Sampai Evaluasi

Sebelumnya, kericuhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 di Kanjuruhan">Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu malam.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X