Tiga Keponakan Jadi Korban, Tuding Penembak Gas Air Mata Pembunuh

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 23:19 WIB
Tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan Malang yang menewaskan seratusan suporter. (Tangkapan layar Instagram @dramaojol.id)
Tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan Malang yang menewaskan seratusan suporter. (Tangkapan layar Instagram @dramaojol.id)

MALANG, suaramerdeka-solo.com – Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang menjadi tragedi sepak bola yang memilukan sepakbola tanah air bahkan duka bagi Bangsa Indonesia.

Kini, banyak yang menangisi anggota keluarganya yang menjadi korban. Suasananya duka di salah rumah korban Tragedi Kanjuruhan dibagikan akun Twitter @bbbbaall pada Minggu 2 Oktober 2022.

Dalam cuitannya, dia mengabarkan bahwa tiga keponakannya yang masih berstatus pelajar SMP dan SMA meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan.

Baca Juga: Ratusan Suporter Persis Solo Solidaritas Tragedi Kanjuruhan di Plaza Manahan

"3 keponakan saya seusia smp dan sma meninggal dunia akibat insiden di Kanjuruhan semalam,” katanya.

Dia sangat menyayangkan adanya penembakan gas air mata dalam penanganan kerusuhan. Dia menuding, bahwa mereka yang melakukan penembakan adalah pembunuh.

Baca Juga: Kisah Pilu Bocah Tragedi Kanjuruhan, Pulang Nonton Arema FC, Bocah di Malang Jadi Yatim Piatu

“Siapapun kalian yang menembakan gas air mata semalam, kalian adalah pembunuh!” tegasnya.

Cuitan itu dibanjiri ucapan duka cita dan doa untuk para korban. Tercatat lebih dari 23.000 pengguna twitter yang meretweet dan 5000 lebih yang me reply cuitan itu.

“Turut berduka cita mas,” ujar salah satu pengguna twitter.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Laksamana Yudo Margono Calon Tunggal Panglima TNI

Senin, 28 November 2022 | 19:35 WIB
X