Tragedi Berdarah di Kanjuruhan, Malang Renggut Nyawa 33 Anak anak

- Senin, 3 Oktober 2022 | 18:43 WIB
Kementerian PPA menyebut 33 anak meninggal dunia dalam Tredi berdarah di Kanjuruhan, Malang. (foto ilustrasi/tangkapan layar)
Kementerian PPA menyebut 33 anak meninggal dunia dalam Tredi berdarah di Kanjuruhan, Malang. (foto ilustrasi/tangkapan layar)

JAKARTA, suaramerdeka-solo.com - Tragedi berdarah Kanjuruhan Malang benar-benar membuat bangsa ini berduka, tidak hanya publik sepakbola.

Bagaimana tidak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencatat ada 33 anak yang meninggal dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

"Tiga puluh tiga anak meninggal dunia terdiri atas delapan anak perempuan dan 25 anak laki-laki, dengan usia antara empat tahun sampai 17 tahun," kata Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA Nahar dikutip dari Antara.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan, Komentator dan Host BRI Liga 1, Valentino ‘Jebret’ Simanjuntak Mundur

Menurut Nahar, jumlah tersebut merupakan bagian dari 125 korban meninggal dunia berdasarkan data yang dirilis Polri.

Sementara untuk jumlah anak yang dirawat di rumah sakit setempat masih terus dikonfirmasi dan terus dilengkapi datanya.

Baca Juga: Ditahan Kejari Kasus Bumdes, Suyatno Diusulkan Dihentikan Sementara dari Jabatan Kades Berjo

Pihaknya bersama Dinas PPPA Provinsi dan Kabupaten/Kota Malang masih terus berkoordinasi dan berupaya menyediakan data khusus anak yang menjadi korban.

Untuk diketahui, tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan Malang, terjadi pasca pertandingan antara Arema FC kontra Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3, pada Sabtu (1/10) malam.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lord Rangga Sunda Empire Meninggal di Brebes

Rabu, 7 Desember 2022 | 13:30 WIB
X