Polri Bantah Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan Lebih dari 125 Orang

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 19:47 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo membantah jumlah korban meninggal tragedi Kanjuruhan lebih dari 125 orang. (SMSolo/dok)
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo membantah jumlah korban meninggal tragedi Kanjuruhan lebih dari 125 orang. (SMSolo/dok)

MALANG, suaramerdeka-solo.com - Dirigen Aremania Yuli Sumpil menyebutkan jumlah korban jiwa atas tragedi Kanjuruhan Malang lebih dari 125 orang.

Bahkan, pada hari Senin (3/10), korban meninggal dunia bertambah satu orang. Data itu diyakini masih bertambah. Menurut dia, angka 125 korban jiwa itu tidak sebanding dengan kondisi lapangan.

Puluhan ribu suporter Arema terjebak di dalam Stadion Kanjuruhan setelah pertandingan Arema melawan Persebaya pada Sabtu (1/10) malam.

Baca Juga: Gibran Sentil Kick Off Laga Sepak Bola Malam Hari: Apa Meh Nonton Ikatan Cinta Sek To?

"Kami berupaya untuk mengumpulkan data karena suporter yang datang tidak hanya dari Malang Raya, tetapi ada yang dari Probolinggo, Blitar, bahkan Lampung," kata dia.

Satu korban tambahan pada hari ini, kata Yuli, tidak dirawat di rumah sakit yang ada di Malang, tetapi setelah kejadian langsung dibawa ke rumah sakit di Blitar.

Baca Juga: Suami Istri Muda Tewas di Hotel. Gara-gara Obat Kuat Saat Bulan Madu?

Terkait dengan hal itu, Polri membantah data Suporter Arema.

"Tim DVI kerja sama dengan persatuan dokter forensik Jatim dan seluruh rumah sudah identifikasi. Sampai hari ini ada 125 korban meninggal dunia, tidak ada tambahan," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo di Malang, Selasa.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan, Arema Dilarang jadi Tuan Rumah dan Dijatuhi Dendar Rp 250 Juta

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pospenas IX 2022 Solo Ditutup dengan Bersholawat

Sabtu, 26 November 2022 | 17:45 WIB
X