Klaten Kembangkan Padi Rojolele pada Ratusan Hektare Lahan Sawah

- Jumat, 30 Juli 2021 | 09:34 WIB
PANEN PADI : Padi rojolele Srinar dan Srinuk dikembangkan Pemkab Klaten sebagai produk unggulan.(SMSolo/Merawati Sunantri) (Merawati Sunantri)
PANEN PADI : Padi rojolele Srinar dan Srinuk dikembangkan Pemkab Klaten sebagai produk unggulan.(SMSolo/Merawati Sunantri) (Merawati Sunantri)

KLATEN, suaramerdeka-solo.com - Kabupaten Klaten terus mengembangkan potensi beras rojolele baru, Srinar dan Sriruk.

Tahun 2021 ini, padi rojolele ditanam di lahan seluas 160 hektare, sedangkan pada musim tanam 2020-2021 awal, telah ditanam di lahan seluas 194 hektare.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, Widiyanti menjelaskan bahwa beras rojolele merupakan potensi unggulan Klaten, jadi harus disosialisasikan secara massif diawali dengan lingkungan ASN dan karyawan BUMD Klaten.

Baca Juga: Penanganan Covid-19: PWK Bantu 100 Tabung Oksigen ke Klaten

Jumlah ASN sekitar 9.300 orang, untuk mencukup kebutuhan ASN saja, dengan rata-rata 10-20 kg, produksinya saat ini belum bisa mencukupi.

Namun ke depan akan terus dikembangkan.

''Bila dirata-rata 10 kg, maka setiap bulan dibutuhkan 93 ton. Selama setahun dibutuhkan jumlahnya 1.116 ton atau butuh lahan 450 hektare, jumlah itu sangat kecil bila dibandingkan dengan luas lahan di Klaten,'' kata Widiyanti.

Baca Juga: Astaga. Ponsel Milik Tim Relawan Pemakaman Covid-19 Disikat, Jono pun Ditangkap

Potensi provitas dilihat dari hasil demplot mencapai 66,4 kuintal per hektare, jumlah itu setara dengan provitas nasional.

Untuk saat ini, total produksi belum bisa mencukupi kebutuhan untuk ASN dan karyawan BUMD, namun bila respons masyarakat bagus maka petani akan semangat menanam rojolele.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

X