99 Balita Meninggal, Ditemukan Zat Berbahaya Merusak Ginjal

- Kamis, 20 Oktober 2022 | 16:15 WIB
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.  (Setkab.go.id)
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. (Setkab.go.id)

JAKARTA, suaramerdeka-solo.com – Sudah ada 99 balita meninggal dunia yang berdasarkan hasil pemeriksaan medis ditemukan kandungan zat kimia berbahaya yang merusak ginjalnya.

Hal itu diungkapkan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Banten, Kamis (20/10/2022). Karena itu, dilakukan pengecekan obat yang dikonsumsi balita tersebut.

"Intinya memang sudah ada 99 balita yang meninggal. Dari 99 balita itu kita periksa ada kandungan zat kimia berbahaya di dalamnya,” kata Budi Gunadi Sadikin seperti dilansir PMJ News, Kamis 20 Oktober 2022.

Baca Juga: Pemerintah Hentikan Sementara Penjualan Obat Sirup, Termasuk Paracetamol?

Sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 99 balita yang meninggal tersebut dan dilakukan pengecekan darah. Hasilnya, ditemukan bahan kimia yang merusak ginjal.

“Kita ambil darahnya, kita periksa, kita lihat, ada bahan-bahan kimia berbahaya yang merusak ginjal," ujar Menkes.

Pihak Kementerian Kesehatan sudah mendatangi rumah keluarga balita yang meninggal tersebut, dan meminta obat-obatan yang diminum sang balita.

Dari pengecekan obat-obat yang dikonsumsi balita tersebut, diketahui bahwa obat yang diminum juga mengandung bahan-bahan kimia berbahaya.

Baca Juga: IDAI Larang Penggunaan Paracetamol Jika Anak Panas,Bagaimana Kebenarannya?

"Kemudian kita mendatangi rumahnya (balita), kita mintakan obat-obat yang diminum. Ternyata itu juga mengandung bahan-bahan tersebut,” imbuh dia.

Karena itu Kementerian Kesehatan langsung berkoordinasi dengan BPOM, supaya bisa cepat dipertegas obat-obat yang mana yang harus segera ditarik.

Budi Gunadi Sadikin menambahkan, kematian bayi yang telah dideteksi mencapai 35 balita per bulan. Diperkirakan jumlah yang meninggal lebih dari itu.

Baca Juga: Model Cantik Ayu Aulia Coba Bunuh Diri dengan Minum 50 Butir Pil Paracetamol

"Karena ini meninggalnya sudah puluhan per bulan dan ini yang terdeteksi kita, mungkin sekitar 35 per bulan. Rumah sakit sudah mulai agak penuh yang rujukan. Saya rasa yang meninggalnya lebih dari itu," tegas dia.

Guna mengantisipasi bertambahnya jumlah balita yang meninggal dunia karena bahan-bahan kimia berbahaya, maka Kementerian Kesehatan mengambil tindakan preventif.**

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mercon Meledak di Magelang. 1 Tewas 11 Rumah Rusak

Senin, 27 Maret 2023 | 10:50 WIB
X