Pemkab Lumajang Dirikan Posko Darurat Semeru, Tetapkan 14 Hari Tanggap Darurat

- Senin, 5 Desember 2022 | 21:35 WIB
Situasi Erupsi Gunung Semeru yang dipenuhi awan hitam dan Bupati Lumajang Thoriqul Haq atau Cak Thoriq (inset) di lokasi erupsi.
Situasi Erupsi Gunung Semeru yang dipenuhi awan hitam dan Bupati Lumajang Thoriqul Haq atau Cak Thoriq (inset) di lokasi erupsi.

LUMAJANG, suaramerdeka-solo.com – Pasca erupsi Gunung Semeru, Pemkab Lumajang telah mendirikan Posko Darurat Penanganan Bencana yang berada di Balai Desa Penanggal Kecamatan Candipuro, Lumajang.

Setelah terjadinya awan panas guguran (APG) gunung Semeru, Minggu (4/12/2022) lalu, status gunung tertinggi di pulau Jawa itu naik dari level Siaga menjadi Awas. Sedikitnya 2000 warga mengungsi ke zona aman.

Peningkatan status Semeru ditindaklanjuti Pemkab Lumajang dengan menetapkan masa tanggap darurat bencana selama 14 hari. Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Lumajang tentang masa tanggap darurat erupsi Gunung Semeru tahun 2022.

Baca Juga: 2.219 Warga Terdampak Erupsi Semeru Mengungsi

"Begitu Semeru naik dari level III Siaga ke level IV Awas, saya menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari. Jadi selama 14 hari, kami fokus pada penanganan kedaruratan bencana," kata Bupati Lumajang Thoriqul Haq dilansir dari kominfo.lumajangkab.go.id.

Hal itu diungkapkan bupati yang akrab disapa Cak Thoriq itu saat berada di Posko Tanggap Darurat Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Senin (5/12/2022). Sejauh ini, belum ada laporan korban maupun orang hilang.

"Kami belum mendapatkan laporan korban, hanya beberapa penanganan yang harus ditangani tim medis, tadi ada bayi umur beberapa bulan tetapi sudah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas," kata Cak Thoriq.

Baca Juga: Letusan Gunung Semeru Picu Tsunami di Jepang? Ini Kata Daryono BMKG

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Patria Dwi Hastiadi mengatakan, Posko Darurat akan digunakan petugas gabungan dan relawan untuk koordinasi dan pusat informasi dalam penanganan erupsi. Di sana juga untuk posko pengungsian dan dapur umum.

Setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status gunung semeru naik menjadi Awas, masyarakat yang berada di zona merah diminta untuk mengosongkan rumah dan mengevakuasi diri di posko pengungsian.**

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X