BPPTKG: Hujan Abu Merapi Mencapai Wilayah Boyolali dan Kabupaten Magelang

- Minggu, 8 Agustus 2021 | 12:19 WIB
Gunung Merapi (SMSolo/twitter @BPPTKG)
Gunung Merapi (SMSolo/twitter @BPPTKG)

YOGYAKARTA, suaramerdeka-solo.com – Sebelum dan setelah hujan abu yang mengguyur daerah Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali, Gunung Merapi yang berada di wilayah perbatasan DIY dan Jawa Tengah beberapa kali meluncurkan guguran awan panas, sejak Minggu (8/8/2021) dinihari.

Berdasarkan akun resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada twitter @BPPTKG, luncuran guguran awan panas sejauh 1.700 meter ke arah barad daya juga terjadi pada 08.32 WIB.

‘’Awan panas guguran #Merapi tanggal 8 Agustus 2021 pukul 8.32 WIB terekam di seismogram dengan amplitudo 64 mm dalam durasi 142 detik. Jarak luncur 1.700 m ke arah barat daya,’’ demikian cuitan @BPPTKG.

Baca Juga: Merapi Erupsi. Hujan Abu Landa Wilayah Lereng Merapi Boyolali  

Sebelumnya, Gunung Merapi meluncurkan beberapa kali awan panas diserta guguran sejak Minggu (8/8/2021) dinihari.

Guguran awan panas pertama terjadi pada pukul 02.32 WIB dengan jarak luncur lebih kurang 1.100 meter ke arah barat daya. Catatan di seismogram, amplitudo 36 mm dalam durasi 104 detik.

Selanjutnya, awan panas dan guguran kembali terjadi pukul 04.20 WIB dengan jarak luncur 2.000 meter ke arah barat daya, amplitudo maksimum 35 meter dan dalam durasi 180 detik.

Baca Juga: Soroti Kasus Covid-19 di Lima Provinsi Luar Jawa-Bali, Jokowi: Respons Cepat, Siapkan Isoter

Kembali awan panas dan guguran terjadi pukul 4.58 WIB. Jarak luncurnya sekitar 3.000 meter, lagi-lagi ke arah barat daya dengan amplitudo 20 mm dalam durasi 222 detik.

Dua kali luncuran dengan jarak 2.000 dan 3.000 meter itu yang kemungkinan membuat abu terbawa angin ke kawasan Tlogolele.

Guguran dan awan panas terjadi lagi pukul 07.29 WIB dengan jarak luncur 1.800 meter. Tercatat di seismogram dengan amplitudo 47 mm dan durasi 161 detik.

Baca Juga: Tersesat di Gunung Ungaran, Pendaki asal Kabupaten Semarang Ditemukan Lemas

Lalu pada pukul 07.46 WIB, awan panas dan guguran kembai meluncur dengan jarak sekitar 1.000 meter ke arah barat daya dengan amplitudo 38 mm serta dalam durasi 77 detik.

‘’Terjadi Hujan abu intensitas tipis di beberapa lokasi setelah kejadian awan panas ini,’’ kata Kepala PPTKG, Hanik Humaida, sebagaimana dilansir antaranews.com.

Hanik mengungkapkan, hujan abu tipis tak hanya mengguyur di kawasan Tlogolele dan Klakah Ngisor, wilayah Boyolali. Namun juga daerah Kapuhan, Paten, Ngowok dan Babadan di wilayah Kabupaten Magelang.

BPPTKG menyatakan status siaga pada Gunung Merapi, sejak 5 November 2020.*

 

Halaman:
1
2

Editor: Setyo Wiyono

Sumber: antaranews.com

Tags

Terkini

Pengiriman Jamaah Umrah Dihentikan Sementara

Senin, 17 Januari 2022 | 10:08 WIB

Polda Jatim Buru Penendang Sesajen ke Lombok Timur

Selasa, 11 Januari 2022 | 15:35 WIB
X