Ini Terobosan. Rutan Surakarta Latih Napi Mandiri, Dipekerjakan di Pabrik Garmen

- Senin, 16 Agustus 2021 | 19:18 WIB
Para warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas I Surakarta, beberapa hari lalu, mengerjakan orderan goody bag atas pesanan dari pihak luar.  (SMSolo/Sri Hartanto)
Para warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas I Surakarta, beberapa hari lalu, mengerjakan orderan goody bag atas pesanan dari pihak luar. (SMSolo/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Terobosan Rutan Kelas I Surakarta untuk membangun pabrik garmen mendapat apresiasi dari Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna H Laoly.

Langkah Rutan Solo dalam menggandeng Industri Garmen PT Amura Pratama untuk mempekerjakan para napi maupun tahanan, dipuji Menkumham.

"Pembangunan pabrik garmen sebagai bentuk kegiatan pembinaan kemandirian bagi warga binaan untuk bekal apabila sudah kembali ke masyarakat," kata Yasonna, Senin (16/8/2021).

Baca Juga: 10 Pejabat Eselon II Dimutasi, Gerbong Organisasi Pemkab Boyolali Bergerak

Orang pertama di Kementerian Hukum dan HAM itu memaparkan, keberadaan pabrik garmen di rutan membuat warga binaan bisa memperoleh keterampilan sebagai bekal mereka untuk hidup yang lebih baik ke depannya.

Dengan keahliaan menjahit, lanjut Yasonna, nantinya warga binaan yang kembali ke masyarakat bisa sebagai peluang pekerjaan agar tidak lagi melakukan tindak pidana lainnya.

Baca Juga: Mayat Bayi Perempuan Ditemukan di Bawah Jembatan Sungai Gabahan Karanganyar

"Saya juga berharap dengan adanya pabrik garmen ini dapat mendorong industri ekonomi kreatif kerakyatan untuk membantu perekonomian di tengah pandemi Covid-19," tegasnya.

Sebelumnya, Karutan Kelas I Surakarta, Urip Dharma Yoga menjelaskan, operasional pabrik sudah mulai menjalankan orderan sejak bulan Juli 2021 yakni pesanan goody bag yang jumlahnya mencapai tiga ribu buah.

Baca Juga: Merapi Terus Keluarkan Awan Panas, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

X