Antarkan Atlet Raih Emas Paralympic Tokyo 2020, Ini Harapan Manajer dan Pelatih Bulutangkis Indonesia

- Senin, 6 September 2021 | 13:44 WIB
Pelatih sekaligus manajer bulutangkis Indonesia di Paralympic Tokyo 2020, Sapta Kunta Purnama diapit atlet Leani Ratri Oktila dan Khalimatus Sadiyah yang sukses meraih medali emas. (SMSolo/dok NPC Indonesia)
Pelatih sekaligus manajer bulutangkis Indonesia di Paralympic Tokyo 2020, Sapta Kunta Purnama diapit atlet Leani Ratri Oktila dan Khalimatus Sadiyah yang sukses meraih medali emas. (SMSolo/dok NPC Indonesia)

SOLO, suaramerdeka-solo.com – Bulutangkis sukses menelorkan capaian dua medali emas dan dua perunggu pada Palimpiade atau Paralympic Tokyo 2020 yang digelar 24 Agustus-5 September 2021. Jajaran pelatih bulutangkis yang dipimpin Sapta Kunta Purnama, sekaligus sebagai manajer, berada di belakangnya.

Dua keping emas bulutangkis itu diraih Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah di nomor ganda putri SL4 dan Hary Susanto/Leani Ratri di arena ganda campuran SL3-SU5.

Baca Juga: Medali Emas Hary Susanto/Leani Ratri Dongkrak Indonesia ke Peringkat 43 Paralympic Tokyo 2020

Medali perunggu diraih Suryo Nugroho dari Karanganyar, Jawa Tengah di nomor tunggal putra SU5 dan Fredy Setiawan dari Solo, Jawa Tengah di nomor tunggal putra SL4.

Sapta Kunta Purnama yang juga Dekan Fakultas Keolahragaan (FKor) UNS Surakarta menyatakan, keberhasilan tersebut berkat persiapan panjang yang dilalui para atlet.

Baca Juga: Leani Ratri Tambah Perak, Fredy Raih Perunggu Bulutangkis Paralympic Tokyo 2020

Kunta menjelaskan, para atlet disabilitas disiapkan sejak 2019 untuk proyeksi ASEAN Para Games (APG) 2019 di Filipina. Namun APG dibatalkan karena pandemi Covid-19.

Selanjutnya, para atlet termasuk dari bulutangkis yang dinaungi National Paralympic Committee (NPC) Indonesia mengikuti training camp (TC) sejak Oktober 2020 di Solo.

Baca Juga: Kandaskan China, Leani Ratri/Khalimatus Sadiyah Penuhi Target Emas Indonesia di Paralympic Tokyo 2020

Namun, persiapan para atlet disabilitas ini tidaklah mulus. Aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diterapkan Pemerintah membuat aktivitas latihan terganggu.

Saat itu Sapta Kunta berinisiatif untuk meminta izin Rektor UNS Prof Jamal Wiwoho untuk menggunakan Gedung Olahraga (GOR) FKOR UNS yang baru selesai dibangun sebagai tempat latihan para atlet disabilitas.

Prof Jamal pun merestui dan mendukung penuh para atlet tersebut.

Baca Juga: Luar Biasa..! Leani Ratri Terus Melaju ke Tiga Laga Final Bulutangkis Paralympic Tokyo 2020

“Alhamdulillah Rektor UNS (Prof Dr Jamal Wiwoho -Red) mengizinkan. Akhirnya kami bisa latihan di GOR FKOR UNS. Rektor memang sangat peduli dengan para atlet,” tambah Kunta, dosen kelahiran Boyolali itu.

Raihan dua medali emas dan dua perunggu bulutangkis di Paralympic Tokyo 2020 itu membayar kerja keras semua atlet, pelatih dan ofisial selama ini.

Baca Juga: Hebat! Leani Ratri Melaju ke Tiga Partai Semifinal Bulutangkis Paralympic Tokyo 2020

‘’Prestasi ini diharapkan dapat lebih membukakan jalan bagi para atlet difabel, agar mereka memperoleh kesempatan dan hak yang sama. Ajang tersebut dapat menjadi bukti bahwa penyandang disabilitas juga memiliki wadah olahraga yang dapat digeluti agar bisa turut serta mengharumkan nama Indonesia,’’ kata Kunta.

Ia mengaku sangat senang dengan capaian anak-anak didiknya tersebut. Dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Kepelatihan Olahraga tersebut mengungkapkan bahwa hasil itu sudah sesuai dengan prediksi target emas dari NPC Indonesia.*

Halaman:
1
2

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

Aslam dari Klaten Menangi Horseback Archery Jateng

Senin, 24 Januari 2022 | 12:42 WIB

Proliga 2022: Kembali Bangkit, LavAni Raih Poin Penuh

Senin, 24 Januari 2022 | 06:49 WIB

Proliga 2022: Juara Bertahan Samator Hempaskan LavAni

Sabtu, 22 Januari 2022 | 21:48 WIB
X