Raih Perunggu PON XX Papua, Pesilat Sapto Purnomo Segera Fokus ke Porprov. Ini Rencana Dia

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 10:50 WIB
Pesilat Solo, Sapto Purnomo. (SMSolo/dok KONI Jateng)
Pesilat Solo, Sapto Purnomo. (SMSolo/dok KONI Jateng)

SOLO, suaramerdeka-solo.com – Usai merebut medali perunggu PON XX Papua 2021, pesilat Solo Sapto Purnomo segera mengalihkkan fokus ke persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng.

Namun juara dunia kelas D Putra pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat Ke-14 tahun 2010 itu memiliki rencana lain untuk kariernya ke depan, setelah PON XX Papua.

Sapto Purnomo, pesilat kelahiran Boyolali, 31 Oktober 1987 itu punya rencana pensiun sebagai atlet. Tapi dia akan tetap bergelut di kancah silat.

Baca Juga: PON XX Papua: Pencak Silat Jateng Panen Perunggu. Ini Dia Daftar Pesilat Peraihnya

‘’PON XX Papua menjadi ajang terakhir saya sebagai atlet. Setelah ini saya akan fokus mendampingi adik-adik di pencak silat Solo, sebagai pelatih,’’ kata Sapto Purnomo dalam dialog interaktif RRI Surakarta ‘’Capaian Atlet Solo pada PON Papua’’, Sabtu (16 Oktober 2021).

Dialog interaktif yang dipandu Indah Wulandari itu juga menghadirkan narasumber Ketua Umum KONI Surakarta Lilik Kusnandar dan koordinator pelatih pencak silat tim PON Jateng yang juga pelatih pelatnas, Indro Catur Haryono.

Sapto Purnomo yang kini juga pelatih pencak silat Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMPN 1 Surakarta mengungkapkan, usianya yang sudah 34 tahun menuju 35 tahun tidak lagi memungkinkan bagi dirinya untuk bertanding.

Baca Juga: PON XX Papua: Mustakim Sabet Satu-satunya Medali Emas untuk Pencak Silat Jateng

Power, refleks dan kemampuan fisiknya saat merebut medali perunggu kelas F pada PON XX Papua, sudah jauh menurun dibandingkan saat dirinya menjadi juara dunia kelas D tahun 2010.

Indro Catur menyebutkan, memang kemampuan fisik Sapto yang menurun, idealnya harus mulai bergeser posisi sebagai pelatih.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X