Ke Lereng Lawu, KONI Surakarta Cek Latihan Atlet Paralayang Solo di Kemuning

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:50 WIB
Sejumlah pengurus KONI Surakarta dan Ketua Pengkot Paralayang Dewanto Basuhendro (kiri) saat mengecek latihan atlet paralayang Solo di kawasan Kemuning, Karanganyar, Sabtu (16/10/2021). (SMSolo/Setyo Wiyono)
Sejumlah pengurus KONI Surakarta dan Ketua Pengkot Paralayang Dewanto Basuhendro (kiri) saat mengecek latihan atlet paralayang Solo di kawasan Kemuning, Karanganyar, Sabtu (16/10/2021). (SMSolo/Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka-solo.com – Sejumlah pengurus KONI Surakarta mengecek latihan para atlet paralayang Solo di kawasan Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, Sabtu (16/10/2021).

Mereka ingin mengetahui lebih dekat mengenai pengembangan dan pengaderan atlet paralayang Kota Bengawan, yang biasa berlatih bersama dengan atlet-atlet dari daerah lain di lereng Gunung Lawu itu.

Kemuning yang merupakan perbukitan dan perkebunan teh menjadi tempat latihan para atlet paralayang, karena Solo tidak memiliki venue untuk mengasah kemampuan terbang salah satu cabang aerosport tersebut.

Baca Juga: Kecelakaan di Matesih Terjadi Karena Isuzu Elf Tak Kuat Saat Jalan di Tanjakan

‘’Karena tempat latihan tim paralayang Solo berada Kemuning, maka kami ke tempat ini untuk mengetahui perkembangannya,’’ kata Ketua Umum KONI Surakarta, Lilik Kusnandar didampingi Sekretaris Her Suprabu.

Ketua Pengkot Paralayang Surakarta, Dewanto Basuhendrokepada Lilik didampingi Sekum Her Suprabu dan Waketum Bidang Prasarana Trihono mengungkapkan, jajaran pengurusnya terus berusaha melakukan pembibitan atlet-atlet paralayang Solo.

Baca Juga: Lulus Level 2, 20 Pilot Paralayang Bisa Tandem Wisatawan Terbang di Atas Kebun Teh Kemuning

‘’Beberapa bibit atlet, kini mulai bergabung dalam latihan bersama atlet daerah lain di Kemuning. Mereka masih muda, ada yang masih SMA serta beberapa mahasiswa. Tapi statusnya masih siswa di paralayang,’’ jelas Hendro yang juga atlet senior itu.

Keterbatasan peralatan dan cukup jauhnya venue, menurutnya menjadi salah satu kendala.

‘’Harga parasut berkisar Rp 35-40 juta. Padahal, bagi para siswa atau pemula, mereka harus memiliki parasut sendiri sesuai ukuran berat tubuhnya. Tapi kami tetap mencari bibit-bibit Solo untuk kaderisasi atlet dan pengembangan prestasi,’’ tutur Hendro.*

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X