Pilu di Tengah Luapan Kegembiraan, Mengangkat Piala Thomas Tanpa Pengibaran Sangsaka

- Senin, 18 Oktober 2021 | 06:11 WIB
Tim Indonesia juara Piala Thomas di Denmark. (SMSolo/twitter @INABadminton)
Tim Indonesia juara Piala Thomas di Denmark. (SMSolo/twitter @INABadminton)

AARHUS, suaramerdeka-solo.com – Luapan kegembiraan melingkupi tim Indonesia yang berhasil menyabet gelar juara pada duel pamungkas Piala Thomas 2020, Minggu (17/10/2021) malam WIB.

Namun di tengah luapan kegembiraan tersebut, terasa suasana pilu. Sebab, perayaan kemenangan tersebut tanpa dilengkapi dengan dengan pengibaran sangsaka Merah-Putih pada acara penghormatan pemenang.

Anthony Sinisuka Ginting, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Jonatan ‘’Jojo’’ Christie menjadi pahlawan dalam pertarungan final di Ceres Arena, Aarhus, Denmark tersebut, setelah mereka mengandaskan tim China, 3-0.

Baca Juga: Anthony Sinisuka Ginting dkk Boyong Kembali Piala Thomas ke Indonesia

Tentu suasana gembira berlangsung karena mereka mampu mengangkat trofi dan membawa pulang kembali Piala Thomas ke Indonesia, setelah 19 tahun terlepas dari Bumi Pertiwi.

Badan Anti-Doping Dunia atau World Anty-Doping Agency (WADA) yang sebelumnya menyebut Indonesia tidak patuh karena tidak menerapkan program pengujian yang efektif, menjadi penyebabnya.

Lagu Indonesia Raya tetap boleh berkumandang, tetapi tanpa bendera Merah-Putih. Hanya bendera PBSI yang boleh berkibar.

Baca Juga: Antarkan Atlet Raih Emas Paralympic Tokyo 2020, Ini Harapan Manajer dan Pelatih Bulutangkis Indonesia

Indonesia pun dinyatakan tidak berhak menjadi tuan rumahkejuaraan regional hinga dunia, selama penangguhan. Indonesia juga tidak memenuhi persyarakat untuk menjadi anggota Dewan di Komite.

Tim Indonesia tetap diperbolehkan mengikuti berbagai pertandingan di ajang regional, kontinental maupun dunia, namun tidak diperkenankan membawa nama dan mengibarkan bendara negara, selain di arena Olimpiade.*

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X