Gagal ke Lasko Karena Visa, Pelatnas Tenis Meja NPCI Tunggu Wildcard

- Senin, 7 Juni 2021 | 10:10 WIB
FOREHAND: Petenis NPCI Komet Akbar melepas forehand pada pelatnas di Solo.(SMSolo/Setyo Wiyono) (Setyo Wiyono                             )
FOREHAND: Petenis NPCI Komet Akbar melepas forehand pada pelatnas di Solo.(SMSolo/Setyo Wiyono) (Setyo Wiyono )

SOLO, suaramerdeka-solo.com – Perjuangan para atlet difabel pelatnas Indonesia menuju Paralympic Games Tokyo 2021, sangat berat.

Mereka tak hanya harus mengumpulkan banyak poin dalam beberapa single event yang menjadi rangkaian kualifikasi pesta olahraga disabilitas terbesar sejagat tersebut.

Namun para atlet yang kini menghuni pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) dan menjalani training camp (TC) di Solo itu, juga beberapa kali teradang masalah nonteknis.

Terakhir, tim tenis meja pelatnas gagal bertarung pada kejuaraan internasional Paralympic World Qualification Tournament di Lasko, Slovenia, yang skedulnya digelar para 3-5 Juni 2021 lalu.

Baca Juga: Persiapan Menuju Papua, Tim Silat Jateng Bakal Dijajal Atlet Nonpelatda

Penyebabnya, visa bagi enam petenis meja serta jajaran pelatih yang akan mendampinginya, tidak terbit.

‘’Kami sudah mengurusnya melalui Kedubes Austria, karena Slovenia tak punya kedutaan di Indonesia. Tetapi visa tak keluar. Padahal tahun-tahun lalu, lancar. Mungkin karena pandemi Covid-19,’’ kata Wakil Sekjen NPCI, Rima Ferdianto, Senin (7/6/2021).

Akibatnya, upaya untuk memburu poin di Slovenia guna menambah tiket menuju Paralympic Games Tokyo, gagal dilakukan para awak tim Merah-Putih.

Baca Juga: Gagal Berangkat, Belum Ada Calhaj di Solo yang Menarik Dana Pelunasan

Padahal, turnamen di Slovenia dijadwalkan sebagai ajang terakhir sebelum penyelenggaraan pesta olahraga disabilitas terbesar sejagat yang rencananya diselenggarakan di Jepang pada 24 Agustus - 6 September 2021.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

Prihanto Yakin Persika Tetap akan Berkembang

Senin, 29 November 2021 | 16:13 WIB
X