Semangat! Ke Jerman, Renang NPCI Mengincar Tiga Besar

- Kamis, 10 Juni 2021 | 07:28 WIB
PELATNAS: Pelatih Bhima Kautsar memberi arahan pada perenang pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) di kolam Kusuma Sahid Prince Hotel Solo.(SMSolo/Setyo Wiyono) (Setyo Wiyono                                )
PELATNAS: Pelatih Bhima Kautsar memberi arahan pada perenang pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) di kolam Kusuma Sahid Prince Hotel Solo.(SMSolo/Setyo Wiyono) (Setyo Wiyono )

SOLO, suaramerdeka-solo.com – Semangat tinggi diusung para perenang pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) yang bersiap ke Jerman.

Mereka mengincar medali pada ajang ‘’Internationale Deutsche Meisterchaften Im Para Schwimmen-IDM Berlin 2021’’ yang digelar 17-20 Juni 2021 itu.

‘’Tim akan membuat kejuatan. Anak-anak bertekad memburu medali. Tapi saya tak bisa menyebut, siapa yang ditargetkan,’’ kata pelatih pelatnas renang NPCI, Bhima Kautsar, Kamis (10/6/2021).

Baca Juga: Renang Terbanyak, Menembak Hanya Dua Atlet

Tiga atlet bakal diturunkan pada kejuaran yang menjadi kualifikasi terakhir menuju Paralympic Games Tokyo 2021 itu.
Mereka adalah Syuci Indriani (klasifikasi disabilitas S14), Jendi Pangabean (S9) dan Maulana Rifky Yavianda (S12).

Ketiganya kini digembleng dalam training camp (TC) di Solo yang diproyeksikan menghadapi Paralympic. ‘’Visa ke Jerman sudah di tangan. Sabtu (12/6/2021) kami akan bertolak dari Solo,’’ ujar sang pelatih.

Syuci merupakan satu-satunya perenang Indonesia yang telah mengantongi tiket menuju pesta olahraga disabilitas terbesar sejagat di Negeri Matahari Terbit itu.

Baca Juga: Gagal ke Lasko Karena Visa, Pelatnas Tenis Meja NPCI Tunggu Wildcard

‘’Atlet lainnya masih punya peluang, terutama Jendi Pangabean. Mudah-mudahan dia mendapat wildcard bipartite yang diajukan pengurus NPCI. Tapi proses wildcard memang rumit,’’ tuturnya.

Wakil Sekjen NPCI Rima Ferdianto mengungkapkan, sesuai jadwal atlet beberapa cabang olahraga dalam pelatnas tetap berangkat ke beberapa kualifikasi terakhir sebelum Paralympic.

‘’Hanya tenis meja yang gagal ke Slovenia pekan lalu, karena visanya tidak keluar,’’ ungkapnya.

Baca Juga: OTG Asal Kudus di Asrama Haji, Seorang Ibu Hamil Dirujuk ke Rumah Sakit

Berkait wildcard, dia menyebut perenang Jendi Pangabean merupakan salah seorang atlet pelatnas yang tengah diupayakan untuk mendapatkannya.

Harapannya, bisa turut bersaing ke Paralympic Tokyo.

Pihaknya juga mengajukan permohonan yang sama untuk sejumlah atlet cabang lain, seperti dari angkat berat, atletik, tenis meja dan bulutangkis.

‘’Jadi kalau ada benua yang tak menurunkan perwakilan atletnya untuk nomor dan cabang tertentu, maka wildcardnya bisa jadi diberikan ke atlet dari negara lain peserta Paralympic Games, termasuk Indonesia,’’ jelas Rima.*

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

Prihanto Yakin Persika Tetap akan Berkembang

Senin, 29 November 2021 | 16:13 WIB
X