APSF Beri Apresiasi Indonesia Siapkan APG XI, Tapi Venue Renang Membikin Senam Jantung

- Senin, 9 Mei 2022 | 19:36 WIB
Tim APSF (berseragam) bersama pengurus NPC Indonesia. (SMSolo/Setyo Wiyono)
Tim APSF (berseragam) bersama pengurus NPC Indonesia. (SMSolo/Setyo Wiyono)

Ketua Departermen Hubungan Luar Negeri National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Sukanti Rahardjo Bintoro dan Wakil Sekjen NPC Indonesia Rima Ferdianto, turut hadir pada konferensi pers itu.

Baca Juga: Targetkan 8 Emas APG dari Blind Judo, NPC Indonesia Jalin Kerja Sama dengan PB PJSI

Di luar venue renang, APSF menilai venues lainnya tidak ada masalah. ‘’Venues lainya, oke. Hanya kolam renang yang belum ada,’’ tambah Wandee Tosuwan.

Secara umum, Osoth Bhavilai menyampaikan apresiasi tinggi terhadap Pemerintah Indonesia, khususnya National Paralympic Committee (NPC) Indonesia yang bersedia menjadi tuan rumah penyelenggaraan APG XI di Solo Raya.

Dia mengungkapkan, pada APSF Board of Governors (BoG) Meeting, Februari 2022, sudah ada konfirmasi dari Vietnam yang menyatakan tidak akan menggelar APG XI dan hanya menyelenggarakan SEA Games.

Padahal, APG 2019 yang sedianya diselenggarakan di Filipina, juga urung digelar karena pandemi Covid-19.

Baca Juga: Jelang APG 2022: Kolam Renang Baru di Karanganyar Bakal Jadi Termegah Ketiga di Indonesia

Artinya, kalau tak jadi dilaksanakan pada tahun ini, maka terjadi dua kali kegagalan penyelenggaraan APG XI. Apalagi muncul pemberitaan simpang-siur mengenai ketidakpercayaan terhadap APSF.

‘’Maka kami apresiasi tinggi terhadap Indonesia yang bersedia menyelenggarakan. APG di Solo nanti tidak hanya jadi perhatian negara-negara di Asia Tenggara, tetapi juga komite paralympic di tingkat Asia yakni APC dan tingkat dunia yaitu IPC,’’ ujar Osoth Bhavilai.**

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

670 Atlet Bertarung pada Kejurnas Bridge di Solo

Rabu, 30 November 2022 | 08:51 WIB
X