Countdown APG 2022 di CFD Solo, Gibran: Masyarakat Bisa Menonton Secara Gratis

- Minggu, 3 Juli 2022 | 16:29 WIB
Rajamala yang merupakan maskot ASEAN Para Games (APG) 2022 yang diperkenalkan pada countdown APG di car free day Solo, Minggu (3/7/2022). (SMSolo/NPC Indonesia)
Rajamala yang merupakan maskot ASEAN Para Games (APG) 2022 yang diperkenalkan pada countdown APG di car free day Solo, Minggu (3/7/2022). (SMSolo/NPC Indonesia)

SOLO, suaramerdeka-solo.comCountdown atau hitung mundur pelaksanaan ASEAN Para Games (APG) XI 2022 dilakukan di arena car free day Jalan Slamet Riyadi Solo, Minggu (3/7/2022).

Pada sosialisasi pesta olahraga disabilitas terbesar se-Asia Tenggara yang akan diselenggarakan di Solo Raya dan Semarang, 30 Juli-6 Agustus 2022 itu, turut diperkenalkan pula mascot APG 2022, yakni Rajamala.

Hadir pada countdown itu, Wali Kota Surakarta Gibran sekaligus Ketua panitia pelaksana APG 2022 atau Indonesia ASEAN Para Games Organization (Inaspoc), Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga: Tetap Fokus Siapkan APG, NPC Indonesia Tegaskan tak Ingin Jadi Ajang Politisasi

Lalu, Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Senny Marbun beserta jajarannya, Presiden The ASEAN Para Sport Federation (APSF) atau Federasi Olahraga Disabilitas Asia Tenggara, Osoth Bhavilai dan Sekjen Wandee Tosuwan bersama jajarannya, serta sejumlah atlet NPC Indonesia.

‘’Warga Solo dan sekitarnya, silakan nanti bisa menonton opening ceremony, closing ceremony, pertandingan-pertandingan 14 cabor di APG 2022, secara gratis,’’ kata Gibran.

Dia menambahkan, logo dan maskot APG 2022 dipilih yang merepresentasikan budaya Kota Solo. Karena itu ada unsur gunungan dan keris.

Baca Juga: Inaspoc Teken MoU dengan APSF, Persiapan ASEAN Para Games 2022 Sudah Matang

‘’Maskotnya ada rajamala. Pokoknya kita ingin menampilkan yang Solo banget. Hari ini acaranya countdown sekaligus launching maskot,’’ ujar Gibran.

Pemilihan Rajamala yang menggambarkan keperkasaan dan kesaktian, menurut Gibran karena merupakan salah satu simbol dan ikon budaya Kota Solo, sebagai penolak bala.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X