Setelah 10 Tahun, Citra Febrianti Terima Medali Perak Olimpiade London 2012

- Minggu, 18 September 2022 | 14:01 WIB
Citra Febrianti mendapatkan medali perak di Olimpiade Londo 2012, setelah ada skandal dopping  (Tangkapan layar Instagram @timindonesiaofficial)
Citra Febrianti mendapatkan medali perak di Olimpiade Londo 2012, setelah ada skandal dopping (Tangkapan layar Instagram @timindonesiaofficial)

JAKARTA, suaramerdeka-solo.com - Setelah 10 tahun, mantan lifter Indonesia Citra Febrianti akhirnya benar-benar resmi menerima realokasi medali perak Olimpiade London 2012.

Perempuan 34 tahun itu menangis haru ketika IOC Members Erick Thohir mengalungkan medali perak Olimpiade London dalam perayaan Olympic Day 2022 di Plaza Timur kompleks Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Minggu (18/9/2022).

"Perjuangannya ternyata tak cukup di 2012. Masih ada perjuangan lagi untuk mendapat medali ini, selama 10 tahun. Saya sangat bersyukur," kata Citra, berurai air mata usai pengalungan medali, dilansir dari Antara.

Baca Juga: Paralympic Tokyo 2020: Hebat! Pecah Telur, Ni Nengah Widiasih Genggam Perak Angkat Berat

Mantan lifter kelahiran Lampung, 22 Februari 1988 itu, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, hingga akhirnya dia memperoleh hak realokasi medali perak pesta olahraga terakbar sejagat di Londong 2012.

"Terima kasih kasih banyak sekali lagi untuk KOI yang sudah mengajukan laporan, akhirnya sudah diterima dengan baik dan diproses secepatnya. Saya tak menyangka saja akhirnya bisa diproses, akhirnya setelah perjuangan cukup panjang," ujar Citra.

Turun di kelas 53 kg putri pada Olimpiade London 2012, kala itu Citra mencatatkan total angkatan 206 kg (terdiri atas 91 kg angkatan snatch dan 115 kg angkatan clean and jerk). Hasil itu menempatkannya pada peringkat empat.

Baca Juga: Lima Emas di Hari Pertama, Para Angkat Berat Indonesia Hampir Tembus Target di APG 2022

Namun Komite Olimpiade Internasional (IOC) kemudian mendiskualifikasi peraih emas Zulfiya Chinshanlo asal Kazakhstan (pada 19 Oktober 2016) dan peraih perunggu Cristina Iovu dari Moldova (10 November 2016).

Keduanya dinyatakan positif doping berdasarkan klasifikasi baru IWF atau Federasi Angkat Besi Internasional.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

670 Atlet Bertarung pada Kejurnas Bridge di Solo

Rabu, 30 November 2022 | 08:51 WIB
X