500-an Atlet Solo untuk Porprov Jawa Tengah Menjalani Tes Fisik

- Sabtu, 3 Desember 2022 | 12:45 WIB
Sejumlah atlet Solo untuk Porprov Jateng menjalani blip tes guna mengukur VO2Max pada tes fisik atlet Solo di Kampus FKor UNS Solo, Sabtu (3/12). (SMSolo/Setyo Wiyono)
Sejumlah atlet Solo untuk Porprov Jateng menjalani blip tes guna mengukur VO2Max pada tes fisik atlet Solo di Kampus FKor UNS Solo, Sabtu (3/12). (SMSolo/Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Sekitar 500-an atlet Solo yang disiapkan untuk menghadapi Pekan Olaharaga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah, menjalani tes fisik, Sabtu-Minggu (3-4/11).

Mereka merupakan atlet dari 50 lebih cabang olahraga yang dikoordinasikan KONI Solo. Pelaksanaan tes bekerja sama dengan Fakultas Keolahragaan (FKor) UNS Solo itu diselenggarakan di kampus setempat.

''Beberapa atlet izin, belum bisa mengikuti tes fisik karena berbarengan dengan Praporprov atau kejuaraan lain, seperti bola voli indoor dan balap motor, serta sebagian atlet balap sepeda,'' kata Ketua Umum KONI Solo, Lilik Kusnandar yang memantau langsung pelaksanaan tes itu, Sabtu (3/11).

Baca Juga: Gilas Karanganyar, Tim Voli Putra Solo Sabet Tiket Porprov Jawa Tengah

Wakil Ketua Umum Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Solo Bambang Wijanarko menjelaskan, pelaksanaan tes dijadwalkan berlangsung dua hari, mengingat jumlah atlet yang dites relatif banyak.

''Jadi sebagian ikut tes di hari pertama, serta lainnya pada hari kedua atau Minggu,'' ujar pria yang juga dosen FKor UNS itu.

Terdapat delapan item yang tercakup dalam tes tersebut. Selain berat badan dan tinggi badan, juga ada push up, sit up, power otot tungkai.

Baca Juga: Gilas Karanganyar, Tim Voli Putra Solo Sabet Tiket Porprov Jawa Tengah

Selanjutnya, shuttle run atau kelincahan, kecepatan dengan lari 40 meter, serta MFT menggunakan blip test untuk mengukur VO2Max.

''Tes fisik ini dilakukan secara general, artinya bukan tes khusus untuk masing-masing cabang olahraga,'' tuturnya.

Berdasarkan pengamatannya sepintas, Bambang menyebut, secara rata-rata para atlet yang mengikuti tes tersebut, kemampuannya masih kurang memadai.

Dengan tes tersebut, maka kemampuan fisik mereka dapat terdeteksi sejak awal.

Baca Juga: Siapkan Porprov, 33 Pelatih dan 17 Wasit/Hakim Tinju se-Jawa Tengah Bakal Berkumpul di Solo

''Rata-rata, kemampuan para atlet masih kurang. Justru dengan diketahui saat ini, masih ada waktu bagi mereka untuk meningkatkan kemampuan fisik, melalui latihan pada cabang-cabang olahraganya masing-masing,'' tutur Bambang.

Pada tes MFT, memang ada sebagian atlet yang mampu mencapai level 5, namun ada juga yang tak mampu menembus level itu. Di sisi lain, terdapat sejumlah atlet yang bisa melampaui level 10.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X