Menuju Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan

Red
- Rabu, 3 November 2021 | 09:17 WIB
Shafina Ade Pratiwi (SMSolo/dok)
Shafina Ade Pratiwi (SMSolo/dok)

Oleh: Shafina Ade Pratiwi
Mahasiswa S2 Pendidikan Sains Pascasarjana FKIP UNS Surakarta

LAJU urbanisasi yang terjadi terus-menerus menyebabkan pemukiman di daerah perkotaan di Indonesia dan dunia meningkat.

United Nations atau Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) memprediksi, pada 2050, sebanyak 70 persen populasi manusia akan tinggal di perkotaan. Hal tersebut disebabkan, perkotaan menawarkan kehidupan dan akses yang lebih baik.

Jika proses urbanisasi tidak dikelola dengan baik, maka dapat menyebabkan berbagai problema, seperti permukiman kumuh, kemiskinan dan kawasan tidak layak huni.

Salah satu kalkulasi prediksi telah dilakukan untuk mengetahui jumlah penduduk di perkotaan pada 2020-2035 akan meningkat sebanyak 10 persen.

Baca Juga: Humas Polri sebagai Leading Sektor Manajemen Opini

Peningkatan jumlah penduduk tersebut pada dasarnya akan memicu banyak masalah, termasuk persoalan sampah.

Kenyataannya, saat ini pelayanan penanganan sampah di daerah pedesaan jauh lebih sedikit dibandingkan perkotaan.

Di sisi lain, kian lama pengangkutan sampah di kawasan perkotaan semakin meningkat.

Selain problema sampah, peningkatan jumlah penduduk di perkotaan mengakibatkan tren peningkatan polusi udara.

Tiga per empat area perkotaan yang telah dipelajari pada 851 kota dari 72 negara di dunia memiliki tingkat bahan pencemar udara yang tinggi.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kode Etik Pengembang Teknologi Pembelajaran

Rabu, 12 Januari 2022 | 12:06 WIB

Guru Publik

Kamis, 25 November 2021 | 15:01 WIB

Deteksi Dini Masalah Komunikasi Anak Prasekolah

Rabu, 17 November 2021 | 10:35 WIB

Menuju Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan

Rabu, 3 November 2021 | 09:17 WIB

Humas Polri sebagai Leading Sektor Manajemen Opini

Sabtu, 30 Oktober 2021 | 12:39 WIB

Konsep Holistik dalam Kesehatan Jiwa

Rabu, 28 Juli 2021 | 14:25 WIB

Ganjaran bagi Ganjar

Sabtu, 26 Juni 2021 | 11:53 WIB

Tourism is Borderless

Rabu, 16 Juni 2021 | 12:45 WIB
X