Guru Publik

- Kamis, 25 November 2021 | 15:01 WIB
Thontowi Jauhari
Thontowi Jauhari

Oleh: Thontowi Jauhari

Anggota LHKP (Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik)
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng

Saya itu guru par excellence. Guru sejati, atau setidak-tidaknya, berusaha untuk itu.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), guru adalah orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar.

Definisi guru tersebut, kok terlalu menyempitkan makna. Guru hanya sebatas didefisikan sebagai profesi, dan tidak diletakkan dalam konteks fungsi yang lebih luas.

Dalam suatu rapat Komisi E DPRD Jateng, saat menyandang sebagai wakil rakyat, seorang kepala Dinas Tenaga Kerja berujar, mengomentari usulanku.

Baca Juga: Soal Anak Gugat Ibu Kandung, Ini Kata MUI Boyolali

“Saya suka mendengarkan ide-ide pak Thontowi. Terasa sedang kuliah. Sepatutnya, pak Thontowi itu menjadi dosen (guru). Setiap bicara, selalu mempunyai konsep berbasis teori, ada data, disampaikan dasar-dasar hukumnya, dan mengusulkan sesuatu untuk mengurai suatu permasalahan”, ujarnya.

Iya. Saya memang seorang guru. Alumni DIII, jurusan Bahasa Inggris IKIP Yogyakarta dan melanjutkan S1 di Universitas Terbuka.

Pernah diangkat sebagai CPNS, tapi saya tolak. Tidak tertarik menjadi PNS. Saya lebih memlilih menjadi aktivis partai politik dan mengabdikan diri sebagai guru honorer di SMA Muhammadiyah 1 Simo Boyolali (tahun 1987 - 2004), dengan gaji pertama sebesar Rp 18.500.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Guru Publik

Kamis, 25 November 2021 | 15:01 WIB

Deteksi Dini Masalah Komunikasi Anak Prasekolah

Rabu, 17 November 2021 | 10:35 WIB

Menuju Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan

Rabu, 3 November 2021 | 09:17 WIB

Humas Polri sebagai Leading Sektor Manajemen Opini

Sabtu, 30 Oktober 2021 | 12:39 WIB

Konsep Holistik dalam Kesehatan Jiwa

Rabu, 28 Juli 2021 | 14:25 WIB

Ganjaran bagi Ganjar

Sabtu, 26 Juni 2021 | 11:53 WIB

Tourism is Borderless

Rabu, 16 Juni 2021 | 12:45 WIB
X