Assesmen Nasional Pendidikan

- Kamis, 28 April 2022 | 10:27 WIB
. (SMSolo/dok)
. (SMSolo/dok)

Dari sisi penggunaan teknologi, UN belum sepenuhnya berbasis komputer. Beberapa masih paper-based dan terbatas pada pertanyaan yang masih konvensional. Sebaliknya, pelaksanaan AN sepenuhnya berbasis komputer yang memungkinkan dari penggunaan pertanyaan /media lebih komprehensif dan interaktif. Dengan demikian, hasil asesmen menjadi lebih akurat, valid, komprehensif dan cepat diolah sebagai basis intervensi ke depan.

Dari sisi cakupan jenjang pendidikan, UN belum dilaksanakan pada level SD/MI/sederajat (hanya SMP/MTs/sederajat dan SMA/SMK/MA/sederajat). Tetapi melalui AN, kini bisa dilaksanakan pada level SD/MI/sederajat, serta SMP/MTs dan SMA/SMK/MA. Artinya, kedepan akan tersedia potret lengkap pendidikan Indonesia sejak jenjang pendidikan dini untuk modal dasar intervensi yang lebih awal.

Pelaksanaan AN terdiri atas 3 aspek penilaian, yakni kompetensi literasi-numerasi, survei karakter dan lingkungan pembelajaran. Pertama, berpijak dari sisi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Literasi-Numerasi dilakukan pada peserta didik. Fokusnya pada pengembangan daya nalar dibanding pengetahuan konten. Adapun dari hasilnya, diperoleh isu kompetensi peserta didik di Indonesia dengan perbedaan capaian per jenjang.

Baca Juga: Menanti Wamendikbud Ristek

Kompetensi literasi dan numerasi yang rendah berpotensi buruk pada masyarakat, antara lain kesulitan bagi peserta didik melanjutkan di tingkat pendidikan selanjutnya. Karena literasi dan numerasi adalah fondasi kemampuan belajar. Daya saing juga rendah di era berbasis teknologi dan digital, terutama di kancah internasional. Kesadaran terhadap hoax, rendah.

Lalu, terdapat kesenjangan kompetensi antara Jawa dan luar Jawa dan antarsatuan pendidikan dalam satu daerah. Sehingga jenjang pendidikan SD/MI/sederajat adalah jenjang yang memiliki proporsi satuan pendidikan ‘’perlu intervensi khusus’’ terbanyak untuk kompetensi numerasi.

Kedua, penilaian dari survei karakter. Langkah ini menilai sikap, nilai dan kebiasaan yang mencerminkan profil Pelajar Pancasila. Basis untuk tumbuh kembang peserta didik secara utuh dan tidak hanya berfokus pada dimensi kognitif. Hasilnya, Profil Pelajar Pancasila yang dibagi menjadi enam dimensi karakter pada peserta didik. Aspek iman, taqwa, akhlak mulia dan kreativitas merupakan karakter paling menonjol dari para peserta didik Indonesia.

Baca Juga: Kelangkaan Pupuk Kimia Bersubsidi, Hikmah Mengembalikan Kompos pada Peran Utamanya

Ketika indeks karakter berkorelasi positif dengan kemampuan literasi dan numerasi, menunjukkan pentingnya Kurikulum Merdeka yang memiliki pendekatan lebih holistik. Dibandingkan dengan sebaran capaian literasi dan numerasi, maka capaian indeks karakter cenderung lebih baik, termasuk di daerah luar Jawa. Studi kasus menunjukkan, lingkungan satuan pendidikan memiliki pengaruh penting terhadap karakter peserta didik.

Ketiga, penilaian survei lingkungan belajar. Pengukurannya dilakukan terhadap kualitas pembelajaran, refleksi pendidik, perbaikan praktik belajar, iklim keamanan dan inklusivitas satuan pendidikan, serta latar belakang keluarga peserta didik. Survei lingkungan belajar mengukur faktor yang mempengaruhi hasil belajar peserta didik seperti kualitas pembelajaran, iklim keamanan dan iklim kebhinekaan.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Genom dan Presisi Terhadap Penyakit

Senin, 6 Februari 2023 | 08:48 WIB

Keamanan Digital

Rabu, 11 Januari 2023 | 16:30 WIB

Implementasi Kurikulum Merdeka

Senin, 5 Desember 2022 | 16:27 WIB

Wahyu Cakraningrat dalam Muktamar Ke-48 Muhammadiyah

Kamis, 10 November 2022 | 11:18 WIB

Platform Merdeka Mengajar

Rabu, 2 November 2022 | 16:34 WIB

LaDaRa Indonesia

Jumat, 12 Agustus 2022 | 13:44 WIB

Menebarkan Pustaka Maya

Selasa, 26 Juli 2022 | 15:36 WIB

NU, PKS dan Kitab Kuning

Rabu, 8 Juni 2022 | 11:25 WIB

Assesmen Nasional Pendidikan

Kamis, 28 April 2022 | 10:27 WIB

Membangun 'Kemesraan' NU-PKS

Senin, 11 April 2022 | 15:05 WIB

Akselerasi Transformasi Digital Pendidikan

Jumat, 8 April 2022 | 16:50 WIB

Menyambut SPBE Kemendikbudristek

Sabtu, 12 Maret 2022 | 20:21 WIB

Menanti Wamendikbud Ristek

Kamis, 17 Februari 2022 | 14:01 WIB
X