NU, PKS dan Kitab Kuning

- Rabu, 8 Juni 2022 | 11:25 WIB
. (SMSolo/dok)
. (SMSolo/dok)

Oleh: Ali Hufroni

Anggota DPRD Kabupaten Boyolali dari Partai Keadilan Sejahtera

KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2022-2027, Yahya Cholil Staquf, berkali-kali menegaskan, NU dalam masa kepemimpinannya akan mengambil jarak dengan kepentingan politik praktis.

Bahwa lepasnya NU dari kepentingan politik praktis secara kelembagaan sebetulnya bukan gagasan murni dari Gus Yahya, melainkan hasil Muktamar Ke-34 Situbondo tahun 1984. Yakni berupa deklarasi agar NU kembali ke khittah 1926.

Bagi penulis, pandangan Ketum PBNU Gus Yahya tersebut sangat bijaksana. Ketua Umum PBNU ingin memposisikan NU sungguh-sungguh sebagai penyangga keutuhan bangsa. Bukan hanya ikut-ikutan bertempur melawan kelompok lain, tapi ingin supaya NU menjadi jembatan terhadap hal yang terhambat komunikasinya.

Baca Juga: Masyarakat Indonesia Gagal Menjadi 'Bang Toyib'

Poin ini penting bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang memiliki kesamaan pandangan dan harapan supaya eksploitasi identitas NU tidak dijadikan bahan politik serta tidak timbul perpecahan dan polarisasi masyarakat.

PBNU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia selayaknya bisa lebih fokus pada pemberdayaan umat dan menjaga keutuhan bangsa. Dengan pendekatan Aswaja (Ahl assunnah wa al jama'ah) sebagai metode berpikir dan bergerak (manhaj al fikr wa al harakah), dalam hal ini yang selalu menjadi rujukan adalah turats atau Kitab Kuning.

Selama ini, NU memiliki dua pandangan jelas perihal penerapan hukum syariat, yakni selalu bersikap otoritatif dan mempertimbangkan kemaslahatan.

Baca Juga: Membangun 'Kemesraan' NU-PKS

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Implementasi Kurikulum Merdeka

Senin, 5 Desember 2022 | 16:27 WIB

Wahyu Cakraningrat dalam Muktamar Ke-48 Muhammadiyah

Kamis, 10 November 2022 | 11:18 WIB

Platform Merdeka Mengajar

Rabu, 2 November 2022 | 16:34 WIB

LaDaRa Indonesia

Jumat, 12 Agustus 2022 | 13:44 WIB

Menebarkan Pustaka Maya

Selasa, 26 Juli 2022 | 15:36 WIB

NU, PKS dan Kitab Kuning

Rabu, 8 Juni 2022 | 11:25 WIB

Assesmen Nasional Pendidikan

Kamis, 28 April 2022 | 10:27 WIB

Membangun 'Kemesraan' NU-PKS

Senin, 11 April 2022 | 15:05 WIB

Akselerasi Transformasi Digital Pendidikan

Jumat, 8 April 2022 | 16:50 WIB

Menyambut SPBE Kemendikbudristek

Sabtu, 12 Maret 2022 | 20:21 WIB

Menanti Wamendikbud Ristek

Kamis, 17 Februari 2022 | 14:01 WIB

Kode Etik Pengembang Teknologi Pembelajaran

Rabu, 12 Januari 2022 | 12:06 WIB
X