Tourism is Borderless

Red
- Rabu, 16 Juni 2021 | 12:45 WIB
Purwanto (Purwanto)
Purwanto (Purwanto)

Di sisi lain, pelaku usaha pariwisata jangan hanya berpangku tangan. Perlu usaha kreatif agar bisnisnya bisa pulih kembali.

Baca Juga: Wow, Pantai di Wonogiri Ini Punya Tebing Tegak Menjulang

Saya, selain sebagai pelaku usaha pariwisata, juga sebagai akademisi, merasa bahwa inovasi dalam menjalankan usaha pariwisata masih sangat diperlukan. Supaya masyarakat tertarik kembali dengan usaha dan jasa wisata yang ditawarkan.

Memang tidak mudah dan butuh proses, terkadang juga membutuhkan anggaran tambahan yang tidak sedikit untuk merealisasikannya.

Tetapi keberanian seorang pengusaha pariwisata dalam mengambil resiko sangat dibutuhkan untuk mempertahankan usahanya agar tetap berjalan dalam situasi apapun.

Meskipun pandemi masih mengancam, optimistis bisnis pariwisata tetap survive.

Baca Juga: Lezatnya Tempe Alakatak, Kuliner Khas dari Weru, Sukoharjo

Komunikasi dengan sesama kolega pengusaha pariwisata juga penting sharing informasi terkait strategi mempertahankan.

Kita ambil contoh Soloraya yang memiliki banyak tempat wisata. Kerja sama sangat lah diperlukan untuk tetap bertahan.

Bayangkan, jika tidak ada kerja sama dan kepedulian bersama, bisa dipastikan banyak lagi usaha wisata yang gulung tikar karena tidak ada pengujung. Akhirnya, Soloraya tidak lagi menjadi salah satu magnet pariwisata Jateng seperti dulu.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

Guru Publik

Kamis, 25 November 2021 | 15:01 WIB

Deteksi Dini Masalah Komunikasi Anak Prasekolah

Rabu, 17 November 2021 | 10:35 WIB

Menuju Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan

Rabu, 3 November 2021 | 09:17 WIB

Humas Polri sebagai Leading Sektor Manajemen Opini

Sabtu, 30 Oktober 2021 | 12:39 WIB

Konsep Holistik dalam Kesehatan Jiwa

Rabu, 28 Juli 2021 | 14:25 WIB

Ganjaran bagi Ganjar

Sabtu, 26 Juni 2021 | 11:53 WIB

Tourism is Borderless

Rabu, 16 Juni 2021 | 12:45 WIB
X