Ganjaran bagi Ganjar

Red
- Sabtu, 26 Juni 2021 | 11:53 WIB
Joko Yuliyanto (Joko Yuliyanto)
Joko Yuliyanto (Joko Yuliyanto)

Ojo Pedot Oyot (jangan putus akar), memiliki makna untuk setia kepada sumber atau asal, serta jangan melupakan akar sejarah.

Kekuatan partai terhadap pembinaan kader, akhirnya menjadikan PDI Perjuangan unggul perolehan suara pada pemilu 2014 dan 2019.

Kemunculan tokoh-tokoh yang dikesankan “merakyat” juga menambah daya jual partai meluluskan kader-kadernya melenggang menjadi pemimpin daerah hingga presiden.

Sejak munculnya tipe kepimpinan seperti Jokowi, banyak kader PDI Perjuangan bermunculan dengan metode pendekatan serupa.

Baca Juga: Terlalu! Usai Pelantikan, Perangkat Desa Dokoro Joget-joget Tanpa Masker

Hingga istilah blusukan menjadi magnet mendulang suara atau meningkatkan elektabilitas ketokohan.

Demikian halnya dengan Ganjar yang berhasil menjadi Gubernur Jawa Tengah selama dua periode.

Ganjar dikenal sebagai gubernur yang merakyat dan punya banyak inisiatif untuk memajukan daerah tertinggal.

Pada Pilgub 2018, bersama Taj Yasin, Ganjar meraih 58,78 persen suara dari 17.630.687 pemilih.

Namun angka tersebut tidak begitu mengherankan ketika melihat peta politik di Jawa Tengah masih dikuasai oleh partai banteng moncong putih.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

Guru Publik

Kamis, 25 November 2021 | 15:01 WIB

Deteksi Dini Masalah Komunikasi Anak Prasekolah

Rabu, 17 November 2021 | 10:35 WIB

Menuju Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan

Rabu, 3 November 2021 | 09:17 WIB

Humas Polri sebagai Leading Sektor Manajemen Opini

Sabtu, 30 Oktober 2021 | 12:39 WIB

Konsep Holistik dalam Kesehatan Jiwa

Rabu, 28 Juli 2021 | 14:25 WIB

Ganjaran bagi Ganjar

Sabtu, 26 Juni 2021 | 11:53 WIB

Tourism is Borderless

Rabu, 16 Juni 2021 | 12:45 WIB
X