Ganjaran bagi Ganjar

Red
- Sabtu, 26 Juni 2021 | 11:53 WIB
Joko Yuliyanto (Joko Yuliyanto)
Joko Yuliyanto (Joko Yuliyanto)

Survei lembaga lain, seperti Charta Politika Indonesia, Indikator Politik, Akar Rumput Strategic Consulting, Indonesia Political Opinion, Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Politik Indonesia (KedaiKOPI), serta Lembaga Survei Indonesia juga menempatkan Ganjar sebagai pemuncak elektabilitas kader PDI Perjuangan.

Data tersebut menjelaskan bahwa PDI Perjuangan juga harus berhati-hati memperlakukan Ganjar dalam lingkaran konflik internal partai.

Baca Juga: Hari Bhayangkara, Polda Jateng Distribusikan 35.000 Paket Sembako untuk Masyarakat

Iklim politik di Indonesia yang akrab dengan fenomena politikus kutu loncat bisa dimanfaatkan partai lain untuk menampung popularitas Ganjar Pranowo.

Sebaliknya, Ganjar pun harus berhati-hati saat memutuskan sikap politik.

Apalagi saat ini basis kekuatan PDI Perjuangan masih yang terkuat di Indonesia dalam usahanya mendulang suara di Pilpres 2024.

Upaya “kampanye” di media sosial yang dilakukan Ganjar adalah keniscayaan dalam dunia politik yang tidak lepas dari motif kekuasaan.

Baca Juga: Kasus Tambah Jadi 113 Karyawan Positif Covid-19, Pabrik Sepatu di Jaten Belum Kembali Beroperasi

Bagaikan buah simalakama, Ganjar harus mengubah ambisi politik kekuasaan menjadi seni politik yang berorientasi pada keluhuran moralitas dan kepantasan adab berpolitik.

Jika manuver berpolitik di media sosial dianggap kurang mencerminkan sikap kader PDI Perjuangan, Ganjar harus bersiap menerima ganjaran.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

Guru Publik

Kamis, 25 November 2021 | 15:01 WIB

Deteksi Dini Masalah Komunikasi Anak Prasekolah

Rabu, 17 November 2021 | 10:35 WIB

Menuju Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan

Rabu, 3 November 2021 | 09:17 WIB

Humas Polri sebagai Leading Sektor Manajemen Opini

Sabtu, 30 Oktober 2021 | 12:39 WIB

Konsep Holistik dalam Kesehatan Jiwa

Rabu, 28 Juli 2021 | 14:25 WIB

Ganjaran bagi Ganjar

Sabtu, 26 Juni 2021 | 11:53 WIB

Tourism is Borderless

Rabu, 16 Juni 2021 | 12:45 WIB
X