Pengembangan Pembelajaran Berbasis Riset di Perguruan Tinggi

- Senin, 7 November 2022 | 19:04 WIB
Prof Dra Soeparmi MA PhD  (dok)
Prof Dra Soeparmi MA PhD (dok)

Oleh: Soeparmi
(Disampaikan pada pidato purnabakti sebagai Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret Solo)

PEMBELAJARAN fisika merupakan pembelajaran yang diharapkan akan membentuk pola pikir pada anak yang tidak hanya menghandalkan hapalan pengetahuan, tetapi kemampuan memecahkan permasalahan berdasarkan analisis yang didasari proses berpikir. Penanaman kemampuan berpikir dan memecahkan masalah sangatlah penting dan tidak sekadar pengetahuan (Hofstein et al, 2004).

Dunia pendidikan telah mengalami perkembangan yang signifikan, seiring pesatnya kemajuan teknologi informasi dan tuntutan global. Berbagai sistem pendidikan diimplementasikan guna menyesuaikan perubahan zaman yang dinamis.

Saat ini, proses pembelajaran di Indonesia telah mengalami peralihan dari teacher centered learning (TCL) menjadi student centered learning (SCL) yang berpengaruh pada implementasi pembelajaran. Pembelajaran SCL yang berpusat pada peserta didik merupakan model pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran (Rodolfo P Ang, 2001).

Baca Juga: Penelitian Akuntansi FEB UNS: Prestasi, Tantangan dan Peluang

Dalam hal ini, guru/dosen dan peserta didik memiliki hubungan yang setara dalam proses pembelajaran. Guru/dosen bertindak sebagai fasilitator proses pembelajaran yang membantu peserta didik membangun, mengembangkan dan mendapatkan ilmu pengetahuan. Sementara peserta didik sebagai tokoh utama pembelajaran memiliki otonomi penuh dalam melaksanakan kegiatan belajarnya.

Pembelajaran Berbasis Riset (PBR) merupakan salah satu metode SCL yang mengintegrasikan riset di dalam proses pembelajaran. PBR memberikan kesempatan mahasiswa untuk terlibat langsung secara sosial yang akan berdampak pada kedisiplinan, serta memotivasi mahasiswa untuk aktif meningkatkan pemahaman pembelajaran yang lebih mendalam (Strachan et al, 20199; Toom et al, 2010).

Selain itu, PBR mendorong penggunaan daya nalar, mengembangkan keterampilan personal dan kemampuan berpikir kritis, menantang kreativitas dan intelektualitas, serta bersifat kolaboratif sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kualitas pembelajaran. PBR sebagai pembelajaran aktif terbukti mendukung praktik berbasis bukti dan memberikan pengalaman yang berpengaruh terhadap pengembangan kompetensi profesional sebesar 33 persen dan berorientasi pada pengembangan keterampilan abad 21 dengan pengaruh sebesar 25 persen (Afdal & Spernes, 2018).

Baca Juga: Menebarkan Pustaka Maya

Lebih lanjut, budaya dalam melakukan riset di beberapa perguruan tinggi di Indonesia masih terkategori rendah, jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Hasil SCIMAGO Journal Rank (http://www.scimagojr.com) menyebutkan, total publikasi ilmiah dari Indonesia yang terindeks di Scopus pada 2013 hanya berkisar empat ribuan dan jauh sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara lain.

Selain itu, berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 49 Tahun 2014, syarat kelulusan bagi mahasiswa sarjana, program magister dan program doktor adalah pembuatan karya tulis ilmiah berupa skripsi, tesis dan disertasi. Hal itu menunjukkan, riset merupakan sarana penting dalam proses studi. Namun orientasi terhadap pembuatan riset baik mahasiswa maupun dosen. masih cukup rendah. Integrasi riset dalam pembelajaran diharapkan mampu menumbuhkan kemandirian belajar, kemampuan berpikir kritis, kemampuan kreatif dan komunikasi yang baik.

Secara konsep, PBR merupakan salah satu metode SCL yang mengintegrasikan riset di dalam proses pembelajaran. PBR bersifat multifaset yang mengacu pada berbagai macam metode pembelajaran. Riset dalam konteks pembelajaran dapat diinterpretasikan sebagai proses untuk menemukan atau menghasilkan makna mendasar, sehingga pembelajaran dan penelitian menuntut adanya kreativitas atau ide-ide yang menantang secara intelektual (Brew, 2003).

Baca Juga: Hukum dan Seragam Polisi (Renungan HUT Ke-76 Bhayangkara)

Implementasi PBR memposisikan mahasiswa sebagai pencipta pengetahuan melalui pembelajaran aktif, refleksi kritis dan berbasis pemecahan masalah yang mendorong pengembangan keterampilan abad 21.

Mengembangkan Ketrampilan

Lingkungan industri yang dinamis menuntut lulusan perguruan tinggi mengembangkan kemampuan pemecahan masalah, pengembangan solusi dan keterampilan sosial. Pembelajaran berbasis riset (RBL) merupakan salah satu teknik pembelajaran berbasis hasil yang menutup kesenjangan antara teori dan aplikasi dengan melibatkan mahasiswa untuk merancang, mengalami dan mencerminkan seluruh proses belajar.

Penggunaan RBL dalam kegiatan pembelajaran akan mendorong pengurangan kesenjangan antara keterampilan yang dibutuhkan dalam industri dan keterampilan yang dipelajari di universitas. Dengan demikian, penting untuk mengintegrasikan RBL dalam kurikulum demi memberikan paparan dan mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan. Permintaan terhadap lulusan yang terampil, meningkat di negara-negara berkembang (Leiden et al, 2018).

Baca Juga: Buntut Tewasnya Warga Tipes, Penjual Miras Oplosan Menyerahkan Diri

Konsep Learning Factories (LF) juga dapat ditujukan untuk menutup kesenjangan, yakni dengan menggabungkan pendekatan didaktik dan konsep yang ada, dengan topik riset yang sedang berkembang (Büth et al, 2017).

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Genom dan Presisi Terhadap Penyakit

Senin, 6 Februari 2023 | 08:48 WIB

Keamanan Digital

Rabu, 11 Januari 2023 | 16:30 WIB

Implementasi Kurikulum Merdeka

Senin, 5 Desember 2022 | 16:27 WIB

Wahyu Cakraningrat dalam Muktamar Ke-48 Muhammadiyah

Kamis, 10 November 2022 | 11:18 WIB

Platform Merdeka Mengajar

Rabu, 2 November 2022 | 16:34 WIB

LaDaRa Indonesia

Jumat, 12 Agustus 2022 | 13:44 WIB

Menebarkan Pustaka Maya

Selasa, 26 Juli 2022 | 15:36 WIB

NU, PKS dan Kitab Kuning

Rabu, 8 Juni 2022 | 11:25 WIB

Assesmen Nasional Pendidikan

Kamis, 28 April 2022 | 10:27 WIB

Membangun 'Kemesraan' NU-PKS

Senin, 11 April 2022 | 15:05 WIB

Akselerasi Transformasi Digital Pendidikan

Jumat, 8 April 2022 | 16:50 WIB

Menyambut SPBE Kemendikbudristek

Sabtu, 12 Maret 2022 | 20:21 WIB

Menanti Wamendikbud Ristek

Kamis, 17 Februari 2022 | 14:01 WIB
X