Implementasi Kurikulum Merdeka

- Senin, 5 Desember 2022 | 16:27 WIB
Dr. Eka Khristiyanta Purnama, M.Pd (SMSolo/ist)
Dr. Eka Khristiyanta Purnama, M.Pd (SMSolo/ist)

Oleh: Eka Khristiyanta Purnama

KELAHIRAN Kurikulum Merdeka tidak tiba-tiba. Kurikulum Merdeka lahir sebagai salah satu opsi bagi satuan pendidikan dalam rangka pemulihan pembelajaran tahun 2022-2024.

Keberadaan Kurikulum Merdeka sebagai salah satu opsi pemulihan pembelajaran tentu banyak tantangannya. Dari awal kelahirannya, pro kontra mewarnai keberadaan Kurikulum Merdeka. Ada yang sepakat dan ada yang menolak telah menjadi bagian demokrasi pendidikan nasional.

Perlu dipahami bersama, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) saat mengeluarkan kebijakan dalam pengembangan Kurikulum Merdeka, telah memberi opsi tambahan kepada satuan pendidikan, dalam melakukan pemulihan pembelajaran selama 2022-2024.

Baca Juga: Wahyu Cakraningrat dalam Muktamar Ke-48 Muhammadiyah

Pandemi telah membuat dunia pendidikan beradaptasi dengan segala konsekuensinya. Meskipun tidak seratus persen sempurna, namun ke depan tentu kebijakan Kemendikburistek terkait kurikulum nasional akan kembali dikaji pada 2024 berdasarkan evaluasi selama masa pemulihan pembelajaran.

Kemendikburistek telah berupaya maksimal, saat merujuk kondisi di mana pandemi Covid-19 telah menyebabkan banyaknya kendala dalam proses pembelajaran di satuan pendidikan dan memberi dampak yang cukup signifikan.

Saat itu, Kurikulum 2013 yang digunakan pada masa sebelum pandemi menjadi satu-satunya kurikulum yang digunakan satuan pendidikan dalam pembelajaran. Pandemi yang tidak bisa diprediksi membuat seluruh sumber daya pendidikan harus mengatur strategi dalam setiap langkah meningkatkan kualitas pendidikan namun aman bagi kalangan pendidikan.

Baca Juga: Pengembangan Pembelajaran Berbasis Riset di Perguruan Tinggi

Sehingga pada masa pandemi tahun 2020 sampai 2021, Kemendikburistek dengan sangat berani mengeluarkan kebijakan penggunaan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Darurat (Kur-2013 yang disederhanakan), menjadi rujukan kurikulum bagi satuan pendidikan.

Pada masa pandemi pula, 2021-2022, Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan penggunaan Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat, dan Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak (SP) dan SMK Pusat Keunggulan (PK). Semua semata-mata demi menyelamatkan dunia pendidikan di Tanah Air.

Pada masa sebelum dan pandemi, pemerintah yang dalam hal ini Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan penggunaan Kurikulum 2013. Kemudian Kurikulum 2013 disederhanakan menjadi kurikulum darurat yang memberikan kemudahan bagi satuan pendidikan dalam mengelola pembelajaran jadi lebih mudah dengan substansi materi yang esensial.

Baca Juga: Penelitian Akuntansi FEB UNS: Prestasi, Tantangan dan Peluang

Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak (SP) dan SMK Pusat Keunggulan (PK) menjadi angin segar pendidikan dalam upaya perbaikan dan pemulihan pembelajaran yang diluncurkan pertama kali tahun 2021.

Dalam proses pemulihan pembelajaran selama 2022-2024, Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan bahwa sekolah yang belum siap menggunakan Kurikulum Merdeka masih dapat menggunakan Kurikulum 2013 sebagai dasar pengelolaan pembelajaran.

Begitu juga Kurikulum Darurat yang merupakan modifikasi dari Kurikulum 2013, boleh digunakan satuan pendidikan. Makna dari kebijakan tersebut, Kurikulum Merdeka sesungguhnya sebagai opsi bagi semua satuan pendidikan yang siap melaksanakan Kurikulum Merdeka.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Genom dan Presisi Terhadap Penyakit

Senin, 6 Februari 2023 | 08:48 WIB

Keamanan Digital

Rabu, 11 Januari 2023 | 16:30 WIB

Implementasi Kurikulum Merdeka

Senin, 5 Desember 2022 | 16:27 WIB

Wahyu Cakraningrat dalam Muktamar Ke-48 Muhammadiyah

Kamis, 10 November 2022 | 11:18 WIB

Platform Merdeka Mengajar

Rabu, 2 November 2022 | 16:34 WIB

LaDaRa Indonesia

Jumat, 12 Agustus 2022 | 13:44 WIB

Menebarkan Pustaka Maya

Selasa, 26 Juli 2022 | 15:36 WIB

NU, PKS dan Kitab Kuning

Rabu, 8 Juni 2022 | 11:25 WIB

Assesmen Nasional Pendidikan

Kamis, 28 April 2022 | 10:27 WIB

Membangun 'Kemesraan' NU-PKS

Senin, 11 April 2022 | 15:05 WIB

Akselerasi Transformasi Digital Pendidikan

Jumat, 8 April 2022 | 16:50 WIB

Menyambut SPBE Kemendikbudristek

Sabtu, 12 Maret 2022 | 20:21 WIB

Menanti Wamendikbud Ristek

Kamis, 17 Februari 2022 | 14:01 WIB
X